RUU BPIP Masuk Prolegnas 2021, Gerindra: Substansi Beda Jauh dengan HIP

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 12:58 WIB
Habiburokhman
Waketum Partai Gerindra Habiburokhman (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Rancangan Undang-Undang (RUU) Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2021. Gerindra meyakini substansi RUU BPIP dengan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

"Terkait penghapusan RUU HIP dan masuknya RUU BPIP, saya pikir itu bagus dan sudah sesuai dengan aspirasi masyarakat yang tempo hari banyak menolak RUU HIP," kata Waketum Partai Gerindra Habiburokhman kepada wartawan, Jumat (15/1/2021).

"Secara substansi dan teknis bedanya dua RUU itu sangat signifikan. Yang jelas, tidak ada lagi pasal-pasal yang menjadikan pendapat atau asumsi sebagai norma hukum," lanjutnya.

Habiburokhman mengatakan karakteristik RUU BPIP lebih mengatur kelembagaan. Dia menilai pembahasan RUU itu tak memancing kegaduhan.

"Karakteristik RUU BPIP mirip UU KPK, UU MD3, UU BPK sebagai UU yang mengatur keberadaan sebuah lembaga kenegaraan. Insyaallah tidak akan memancing kegaduhan lagi karena tidak ada potensi konflik ideologi," tuturnya.

Baleg DPR sebelumnya telah mengesahkan 33 RUU masuk dalam Prolegnas 2021. Persetujuan Prolegnas Prioritas 2021 ini digelar pada Kamis (14/1/2021) di ruang rapat Baleg DPR, kompleks Senayan, Jakarta.

Rapat dipimpin Ketua Baleg DPR RI Supratman Andi Atgas dan dihadiri Menkum HAM Yasonna Laoly mewakili pemerintah serta perwakilan DPD RI.

"Pertama, ada 4 RUU yang dikeluarkan dari Prolegnas RUU Prioritas 2021. Satu, RUU tentang jabatan hakim yang diusulkan DPR dalam hal ini Komisi III; dua, RUU tentang Bank Indonesia yang diusulkan oleh Baleg ataupun DPR RI; tiga, RUU tentang HIP yang diusulkan oleh DPR; empat, RUU tentang Ketahanan Keluarga yang diusulkan oleh DPR dan anggota," ujar Supratman sebelum pengambilan keputusan.

Selanjutnya
Halaman
1 2