HRS Tutupi Positif Corona, PAN: Ada di UU Kalau Negara Minta Harus Dibuka

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 06:22 WIB
Ketua DPP PAN, Saleh Daulay
Foto: Saleh Daulay (dok. Istimewa)
Jakarta -

Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay menanggapi terkait Habib Rizieq Shihab (HRS) yang sempat dinyatakan positif COVID-19, namun mengaku dalam keadaan sehat walafiat. Saleh mengatakan bahwa jika negara meminta, maka data hasil pemeriksaan virus Corona harus dibuka.

"Ya jadi karena ini masa pandemi, ada pasal-pasal di UU lain yang memang meminta orang-orang untuk membuka, kalau negara minta dibuka, maka harus dibuka data itu, jadi untuk kepentingan lebih besar, bukan kepentingan orang per orang tapi kepentingan masyarakat," ucap Saleh saat dihubungi, Kamis (14/1/2021).

Menurut Saleh, dalam situasi tidak pandemi, keputusan Habib Rizieq merahasiakan data kesehatannya diperbolehkan. Namun, kata dia, jika situasi pandemi, maka data pasien harus diungkapkan ke publik.

"Dalam aturan UU yang ada sebetulnya memang dalam situasi normal atau situasi bukan pandemi memang ada namanya hak kerahasiaan pasien, data pasien itu tidak boleh dipublikasikan ke luar. Itu bagian dari hak privasi yang harus dilindungi, karena itu adalah hak pasien untuk tidak mau sebut kalau mengidap penyakit tertentu," terang Saleh.

"Tapi dalam masa pandemi itu kan jadi sangat penting untuk orang-orang yang terkena COVID. Ini kepentingan bukan individu per individu tapi kepentingan masyarakat sekitar," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2