Ditantang Tinggal di Lokasi Banjir, Bupati Jombang Curigai Aksi Settingan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 23:59 WIB
Kunjungan Bupati Jombang Mundjidah Wahab meninjau banjir di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben diwarnai aksi protes dari seorang warga. Pria ini melampiaskan amarahnya sembari menantang Bupati untuk tinggal di tengah banjir agar mengetahui penderitaan warga.
Seorang warga yang protes (mengacungkan tangan) saat Bupati Jombang meninjau lokasi banjir. (Foto: Istimewa)
Jombang -

Seorang pria memprotes dan menantang Bupati Jombang Mundjidah Wahab tinggal di lokasi banjir Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben. Mundjidah mencurigai aksi pria yang mengaku korban banjir tersebut hanya setting-an semata.

"Jangan-jangan itu setting-an sama dengan di STIKES (pasien COVID-19 keluhkan kesulitan air dan alat masak pada Juni 2020), di STIKES bukan orang Jombang. Itu adalah tamu dari luar Jawa," kata Mundjidah kepada wartawan di Pendopo Kabupaten Jombang, Jalan Alon-alon Nomor 1, Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan Jombang, Kamis (14/1/2021).

Untuk itu, Bupati Jombang periode 2018-2023 ini memerintahkan Camat Kesamben menelusuri identitas pria tersebut. Sampai saat ini, Mundjidah belum mengetahui identitas pria yang menantang dirinya tinggal di kampung yang terendam banjir itu.

Bupati Jombang Mundjidah Wahab (Enggran Eko Budianto/detikcom)Bupati Jombang Mundjidah Wahab (Enggran Eko Budianto/detikcom)

"Saya cari dulu dia orang mana, rumahnya di mana, kena banjir apa tidak," terangnya.

Kecurigaan Mundjidah bukan tanpa alasan. Dia meyakini tidak ada warga Kabupaten Jombang yang berperilaku seperti itu.

"Kalau warga kita sendiri tidak ada yang seperti itu. Berarti karakternya tidak akhlakul karimah. Caranya tidak manusiawi. Itu sudah bisa terbaca, Mas, setting-an saja," tandasnya.

Seorang pria yang mengaku menjadi salah satu korban banjir di Dusun Beluk, Desa Jombok, melayangkan protes kepada Bupati Jombang Mundjidah Wahab pada Rabu (13/1) siang. Saat itu bupati dan rombongan meninjau kondisi banjir di kampung tersebut.

Pria ini mengaku kesal karena pemerintah tidak kunjung bisa menuntaskan banjir di Dusun Beluk. Banjir akibat meluapnya Avour Watudakon itu terjadi selama dua pekan terakhir. Pria berkaus biru dan celana jeans biru itu lalu menantang Mundjidah tinggal satu minggu di lokasi banjir supaya merasakan penderitaan warga.

"Percuma rene, ayo melbuo nek wani. Ayo melbu, nginepo nang kene sak minggu (Percuma ke sini, ayo masuk kalau berani. Ayo masuk, menginaplah di sini satu minggu)," teriak pria yang belum diketahui identitasnya itu kepada Bupati.

(jbr/jbr)