Dinkes DKI: 7,9 Juta Warga Akan Disuntik Vaksin COVID-19

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 19:46 WIB
Petugas medis memberikan vaksin Sinovac kepada Tenaga Kesehatan Puskesamas Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (14/1). Pada hari pertama pemberian vaksin Sinovac, terdapat 11 orang tenaga kesehatan yang disuntik vaksin di Puskesma Kecamatan Cilincing.
Vaksin Corona (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Kepala Dinas Kesehatan Widyastuti mengatakan 7,9 juta warga di Ibu Kota akan disuntik vaksin COVID-19. Widyastuti menuturkan warga yang bakal divaksinasi adalah kelompok usia 18-59 tahun.

"Tentunya ke depan bukan hanya tenaga kesehatan saja tetapi kelompok masyarakat yang lain. Secara total jumlah nantinya di DKI Jakarta yang akan mendapatkan vaksin ini bagi kelompok umur 18 sampai 59 tahun sekitar 7,9 juta," kata Widyastuti di YouTube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (14/1/2021).

Adapun, kelompok penerima vaksin terbanyak berasal dari kelompok rentan secara geospasial dan ekonomi sekitar 3 juta orang. Selain itu, pemerintah membolehkan 980 ribu lansia tertentu divaksinasi COVID-19.

"Yang pertama kelompok tenaga kesehatan sekitar 130 ribu, kemudian nanti ada pemberi layanan publik sekitar 500 ribu, kemudian kelompok rentan secara geospasial dan ekonomi sekitar ada sekitar 3 juta lebih, kemudian kelompok usaha 2 juta lebih dan juga ada kelompok lansia jadi memang ada informasi dari Kemenkes bahwa selain umur 18-59 tahun ada kelompok lansia tertentu yang bisa diberikan itu sebanyak 980 ribu lebih," terangnya.

Widyastuti menyampaikan ini merupakan program vaksinasi dengan jumlah target terbanyak yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta. Sebab, vaksinasi terbanyak yang selama ini dilakukan DKI hanya disasar 2 juta orang.

"Ini merupakan sasaran vaksinasi terbanyak karena kami juga pernah melakukan vaksinasi program masal ini paling banyak sekitar 2 juta. Ini tentu kerja bersama yang tidak bisa diselesaikan oleh jajaran kesehatan saja tetapi perlu partisipasi masyarakat kemudian bagaimana interaksi, kolaborasi antara pempus daerah, pelaku usaha swasta, BUMN, TNI, Polri bersama-sama menyukseskan," ucapnya.

Sebagai informasi, pemberian vaksin terhadap warga demi menciptakan kekebalan komunitas atau herd immunity untuk menurunkan angka kesakitan akibat COVID-19. Jadi, dibutuhkan sekitar 16 ribu dosis vaksin khusus untuk wilayah DKI Jakarta.

Hal ini karena vaksin yang tiba di Indonesia adalah vaksin Sinovac, yang memerlukan dua dosis untuk satu warga.

"Jadi kalau kita hitung 7,9 juta sasaran kita kalau memang semua vaksin adalah dua dosis mungkin sekitar 15-16 juta dosis yang dibutuhkan di DKI Jakarta," jelasnya.

"Saat ini sampai di Jakarta jenis Sinovac. Untuk Sinovac diberikan dua kali dosis. Dosis pertama diberikan kemudian minggu kedua diberikan. Kadi satu orang dengan vaksin Sinovac dengan jeda antara 2 minggu sejak suntikan pertama," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memastikan vaksin telah terdistribusi di sejumlah puskesmas di wilayah DKI Jakarta. Pendistribusian vaksin dilakukan sejak kemarin (13/1/2021).

"Sejak kemarin kami distribusikan sesuai jadwal jadi kita memakai konsep wilayah. Di DKI Jakarta ada 5 kota dan kabupaten. Jadi lima kota di DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Selatan, Barat, Timur, kami jadwalkan mulai jam 7 pagi datang di Dinkes dengan bawa alat berstandar sehingga kualitas vaksin terjaga, suhu terjaga datang bersama teman-teman puskesmas," kata Widyastuti.

"Alhamdulillah DKI secara geografi mudah sehingga kami dengan cepat bisa dalam sehari selesai distribusi sampai dengan puskesmas. Masing-masing puskesmas datang bersama sudin mendapatkan sejumlah vaksin sesuai data yang diterima dinkes sesuai kota tadi," lanjutnya.

Saat ini sudah ada 44 Puskesmas yang telah terakreditasi baik selama melaksanakan program vaksinasi di DKI Jakarta. Penyaluran vaksin dari puskesmas kepada sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) lainnya menjadi wewenang tiap wilayah. Total ada 120.040 dosis vaksin Corona yang diterima oleh Pemprov DKI Jakarta.

Secara keseluruhan, terdapat 488 fasilitas kesehatan (faskes) yang mampu melaksanakan vaksinasi COVID-19 di Indonesia. Faskes ini terdiri atas RSUD, RS Vertikal TNI Polri, RS swasta, dan klinik.

(idn/idn)