Kasus Perusakan Polsek Ciracas, Prada Ilham Didakwa Sebar Berita Bohong

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 15:54 WIB
Sidang perdana kasus Prada Ilham sebar kabar bohong hingga picu perusakan Polsek Ciracas (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Foto: Sidang perdana kasus Prada Ilham sebar kabar bohong hingga picu perusakan Polsek Ciracas (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta -

Prada Muharman Ilham (MI) didakwa melakukan tindak pidana menyiarkan berita bohong yang mengakibatkan keonaran. Oditur Militer mengatakan akibat berita bohong yang dibuat Prada Ilham itu membuat ada pengerahan massa yang merusak Polsek Ciracas.

"Bahwa terdakwa pada waktu dan tempat sebagaimana disebut yaitu tanggal 28 Agustus 2020 atau setidaknya bulan Agustus 2020 atau setidaknya tahun 2020 di Rumah Sakit Ridwan Meuraksa Jakarta Timur atau setidaknya masuk wilayah hukum Pengadilan Militer Jakarta telah melakukan tindak pidana barang siapa dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan mengakibatkan keonaran di kalangan rakyat dengan cara sebagai berikut," kata oditur militer Salmon Balubun membacakan surat dakwaan di Pengadilan Militer Jakarta, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (14/1/2021).

Salmon mengatakan kejadian itu bermula ketika Prada Ilham pulang dari mengantar Kolonel Jaka Rahmat yang merupakan Kepala Bidang Bantuan Hukum Perdata Tata Usaha Negara (Kabidbankumperdatun) Babinkum TNI. Salmon menyebut sebelum pulang ke rumahnya di Kompleks Pati Jati Karya Cibubur, Prada Ilham bertemu Serka Zul Febriyanto Harahap dan Prada Andi Hakim untuk minum minuman keras di Direktorat Hukum TNI AD.

"Sekitar pukul 20.00 WIB, terdakwa pamit untuk kembali pulang ke rumah tinggalnya di kompleks Pati Jati Karya Cibubur dengan mengendarai sepeda motor. Namun terdakwa tidak memiliki SIM C, terdakwa hanya miliki SIM A TNI. Selanjutnya terdakwa berangkat mengendarai sepeda motor dengan mengenakan helm dan menuju kompleks Pati Jati Karya Cibubur dengan melalui Jalan Tanah Merdeka, dan Jalan Raya Ciracas dan belok kiri ke Jalan Raya Kelapa Wetan," kata dia.

"Pada melintas di Jalan Raya Kelapa Dua Wetan tepatnya di lapangan bola, terdakwa merasa pusing dan terdakwa melepas helm dan diletakkan di antara jok motor dan setang motor. Sebelum lampu merah Arundina dengan kecepatan kurang lebih 60 km per jam, terdakwa tiba merasa pusing di kepala bagian belakang dan depan dan merasa hilang kesadaran dan terdakwa terjatuh tidak sadarkan diri," ujar Salmon.

Prada Ilham yang dalam kondisi tak sadarkan diri itu ditolong oleh warga di sekitar Arundina Cibubur. Salmon mengatakan kejadian itu kemudian diketahui oleh Prada Muklis saat pulang dari berdinas di Mabes TNI.

Sidang perdana kasus Prada Ilham sebar kabar bohong hingga picu perusakan Polsek Ciracas (Ibnu Hariyanto/detikcom)Prada Ilham didakwa menyebarkan kabar bohong hingga picu perusakan Polsek Ciracas (Ibnu Hariyanto/detikcom)

Salmon menyebut Pratu Muklis lalu menanyakan kepada warga yang menolong Prada ilham terkait kronologi kejadian. Warga yang ditanya oleh Pratu Muklis menyebut Prada Ilham merupakan korban kecelakaan tunggal.

"Mengetahui itu Pratu Muklis bertanya ke warga apa yang terjadi. Ada warga bernama Diki dan Gani menyampaikan anggota TNI itu mengalami kecelakaan tunggal. Selanjutnya Pratu Muklis menelepon piket staf intel kopsus Mabes TNI untuk menelepon Dithumad untuk melaporkan bahwa ada anggota Dithumad kecelakaan di Arundina Ciracas," ujarnya.

Singkat cerita, Pratu Muklis dengan menggunakan taksi online membantu membawa Prada Ilham ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Akhirnya, Prada Ilham dirawat di RS Ridwan Meuraksa Jakarta Timur.

Saat di IGD RS Ridwan Meuraksa, Prada Ilham kemudian dijenguk oleh rekan-rekannya, salah satunya Serka Zul Febriyanto Harahap. Salmon mengatakan saat itulah Prada Ilham membuat pengakuan bohong.

Salmon mengatakan kepada Serka Zul Febriyanto, Prada Ilham mengaku jatuh karena dipukul orang tidak dikenal saat melintas di Arundina, Cibubur, Jaktim. Padahal, kejadian sebenarnya Prada Ilham jatuh karena kecelakaan tunggal.

"Serka Zul Febriyanto masuk IGD menemui terdakwa untuk menanyakan kronologis kejadian kepada terdakwa setelah bertemu dengan terdakwa lalu saksi dua bertanya 'gimana kronologisnya, Ham?'. Dijawab oleh terdakwa 'pada saat pulang dari kediaman Waka Babinkum di lampu merah Arundina saya disalip orang naik motor yang akan belok kiri terus saya kejar dan saya tahan tapi dia malah ngotot ngatain saya tentara goblok. Saya pukul, Bang. Habis itu ada orang-orang yang pukul saya dari belakang, setelah itu saya tidak tahu apa-apa lagi'," ungkap Salmon.

Ternyata, pengakuan Prada Ilham itu didengar oleh rekan-rekannya yang lain yakni Prada Muhammad Faisal, Prada Novrendo, Prada Ardi dan Okta. Rekan-rekan Prada Ilham itu kemudian pergi menuju Arundina mencari orang yang memukul Prada Ilham.

Simak video 'Prada Ilham Minum Miras Sebelum Picu Perusakan Polsek Ciracas':

[Gambas:Video 20detik]



Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2