Basarnas Ungkap Tim Pencari Sriwijaya Air SJ182 Banyak yang Reaktif COVID-19

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 13:38 WIB
Direktur Operasional Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman MS (Foto: Azhar/detikcom)
Direktur Operasional Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman MS (Azhar/detikcom)
Jakarta -

Direktur Operasional Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman MS mengungkapkan, banyak petugas dalam Tim Pencari Sriwijaya Air SJ182 yang reaktif virus Corona (COVID-19). Tim yang reaktif COVID-19 itu di antaranya ada dari petugas, media, dan relawan.

"Ya orang yang ada di sini, yang memeriksakan diri. Kan tidak semua memeriksakan diri, tapi dari diperiksa itu ya ada petugas ada media ada lainnya, relawan. Ternyata ada yang reaktif, banyak yang reaktif," ungkap Rasman di JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/1/2021).

Rasman tidak merinci berapa petugas yang reaktif COVID-19 berdasarkan hasil tes antigen. Namun dia memastikan selalu mengingatkan petugas Tim Pencari Sriwijaya Air SJ182 di JICT II untuk terus menaati protokol kesehatan.

"Nggak ada, yang jelas reaktif ada. Artinya, di sekeliling kita ini nih ada wabah itu. Oleh karena itu, saya menekankan untuk mari kita disiplin terhadap protokol kesehatan ya," tuturnya.

Rasman mengungkapkan, para petugas yang reaktif COVID-19 itu pun kemudian langsung dilakukan tes swab. Mereka, kata dia, juga diminta untuk melakukan isolasi.

Dari banyaknya petugas tim yang reaktif itu, langsung dilakukan swab test. Nantinya, akan langsung dilakukan isolasi mandiri, karena bahaya.

"Langsung di-swab, kemudian langsung diisolasi, kan prosedurnya begitu. Tidak boleh lagi berkeliaran di sini. Langsung diisolasi. Tidak boleh bergiat lagi di sini, karena kalau itu bahaya," kata Rasman.

Lebih lanjut Rasman memastikan tim yang saat ini bekerja sudah sehat. Tim diwajibkan untuk melakukan rapid antigen sebelum melakukan kegiatan pencarian.

"Kalau di lapangan, yang jelas sebelum masuk ke lapangan kita lakukan pengecekan. Terutama pada saat dia bergerak dari sini, naik kapal, dicek dulu, benar-benar sehat, termasuk antigen, yakinkan bahwa dia benar-benar sehat, baru boleh melakukan kegiatan," tuturnya.

Rasman pun menegaskan, selain berfokus melakukan pencarian, dia selalu mengantisipasi penyebaran COVID-19. Ada beberapa posko yang menyediakan rapid antigen gratis untuk Tim SAR ataupun rekan media.

"Ada juga selain Basarnas, ada juga instansi lain. Masih ada (posko rapid antigen). Jadi kita simpulkan di sini nih, selain kita mencari di lapangan mencari korban, kita juga mengantisipasinya," kata Rasman.

(mae/mae)