Sidang Kasus Suap Nurhadi Ditunda Gegara Menantu Positif COVID-19

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 18:35 WIB
Sidang kasus suap-gratifikasi eks Sekretaris MA Nurhadi
Ilustrasi sidang Nurhadi (Foto: Zunita Amalia Putri/detikcom)
Jakarta - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menunda sidang suap dan gratifikasi mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi. Sidang ditunda karena menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono yang didakwa bersama Nurhadi positif Corona (COVID-19).

"Berdasarkan informasi Rutan KPK, 5 orang dinyatakan positif, termasuk diantaranya Rezky Herbiyono, ini berdasarkan tes PCR," kata jaksa KPK Wawan Yunarwanto dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2021).

Hakim ketua Saefuddin Zuhri pun menunda sidang hari ini. Sidang hari ini sejatinya akan memeriksa dua orang saksi yang dihadirkan jaksa KPK.

Sebelumnya, Pengacara Nurhadi dan Rezky, Maqdir Ismail, menginfokan kalau Rezky terkena COVID-19. Dia pun meminta hakim menunda sidang.

"Pemberitahuan dari rutan kepada kami begitu (positif COVID-19)," ujar Maqdir saat dimintai konfirmasi, Rabu (13/1).

"Menurut hemat saya, mestinya kita mau berbesar hati untuk menghentikan seluruh persidangan. Supaya korban tidak bertambah. Apalagi ini melibatkan banyak pihak. Di pengadilan ada hakim, JPU (jaksa penuntut umum), penasihat hukum, panitera yang berada dalam satu ruangan dalam waktu yang lama. Kemudian di gedung KPK, ada penasihat hukum, terdakwa, dan tentu saja petugas KPK," kata Maqdir.

Dalam sidang ini, Nurhadi didakwa menerima suap dan gratifikasi Rp 83 miliar bersama-sama dengan Rezky Herbiyono terkait pengurusan perkara di pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, ataupun peninjauan kembali. Nurhadi dan Rezky didakwa menerima suap dan gratifikasi dalam kurun 2012-2016.

Uang suap ini diterima Nurhadi dan Rezky dari Hiendra Soenjoto selaku Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) agar keduanya membantu Hiendra dalam mengurus perkara. Jaksa menyebut tindakan Nurhadi itu bertentangan dengan kewajibannya sebagai Sekretaris MA.

(zap/knv)