Jasa Raharja Sudah Serahkan Santunan ke 4 Korban SJ182 yang Teridentifikasi

ADVERTISEMENT

Jasa Raharja Sudah Serahkan Santunan ke 4 Korban SJ182 yang Teridentifikasi

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 17:48 WIB
Direktur Operasional Jasa Raharja Amos Sampetoding.
Direktur Operasional Jasa Raharja Amos Sampetoding (Azhar/detikcom)
Jakarta -

Empat korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang berhasil diidentifikasi sudah menerima santunan dari PT Jasa Raharja (Persero). Santunan yang diberikan sebesar Rp 50 juta untuk setiap ahli waris korban.

"Jadi sudah kami serahkan empat, dan semuanya dapat kami selesaikan kurang dari 24 jam sejak diidentifikasi," kata Direktur Operasional Jasa Raharja Amos Sampetoding, di JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, kepada wartawan, Rabu (13/1/2021).

Amos juga mengatakan pihak Jasa Raharja langsung mengontak keluarga korban SJ182 sejak peristiwa jatuhnya pesawat tersebut. Target santunan itu dilakukan dengan secepat mungkin, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Amos menjelaskan Jasa Raharja sudah bersiaga di 27 kota di 13 provinsi. Nantinya, jika ada korban yang sudah diidentifikasi di RS Polri Kramatjati, pihak Jasa Raharja langsung menghubungi keluarga korban.

"Saat ini kami memiliki data dan para insan. Jasa Raharja sudah bersiaga di 27 kota di 13 provinsi, manakala pada sore nanti atau ketika ada pengumuman identifikasi dalam konferensi pers di rumah sakit Polri Kramat Jati maka petugas kami langsung bergerak menghubungi keluarga korban atau ahli waris," kata Amos.

Santunan dari Jasa Raharja itu diberikan melalui transfer rekening.

"Misalnya masyarakat yang menjadi korban tidak memiliki rekening, kami buatkan. karena semua penyerahan santunan sifatnya cashless atau nontunai semua masuk rekening," jelas Amos.

Lebih lanjut, kata Amos, pihaknya tetap memberikan santunan kepada korban Sriwijaya Air SJ182 meski korban tidak ditemukan.

"Santunan tetap diberikan, setelah ada pernyataan dari pihak yang berwenang bahwa terjadi korban tidak ditemukan," kata Amos.

Amos menyebut bahwa santunan itu diberikan setelah mendapat keterangan resmi. Keterangan resmi itu nantinya dibuat oleh instansi terkait, yang menerangkan bahwa korban tidak dapat ditemukan.

Santunan yang diberikan ini merupakan perlindungan sosial serta bukti kehadiran negara kepada masyarakat sebagai empati atas terjadinya kecelakaan. Hingga saat ini sudah 4 ahli waris yang menerima santunan tersebut.

"Ini adalah perlindungan sosial dan santunan juga diberikan sebagai bukti kehadiran negara kepada masyarakat sebagai empati atas terjadinya kecelakaan. Jadi perlindungan dasar," tegas Amos.

(idn/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT