Ribuan Rumah di Bangka Terendam Banjir

Antara - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 14:57 WIB
Banjir yang merendam ribuan rumah warga di Bangka akibat hujan sejak kemarin Selasa (12/1). (ANTARA/Kasmono)
Banjir yang merendam ribuan rumah warga di Bangka akibat hujan sejak Selasa (12/1) kemarin. (Kasmono/Antara))
Jakarta -

Ribuan rumah warga di Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung (Babel), terendam banjir akibat hujan yang terjadi sejak kemarin. Ketinggian banjir di Bangka beragam.

Bupati Bangka Mulkan mengatakan ribuan rumah penduduk yang terendam banjir masing-masing di Lingkungan Nelayan, Parit Pekir, Air Anyut, dan Lingkungan Sidodadi.

"Banjir yang menyebabkan ribuan rumah warga terendam air karena selain intensitas hujan cukup tinggi juga dipengaruhi oleh saluran air yang terbatas atau tidak sebanding menampung debit curah air hujan," kata Mulkan di Sungailiat, Rabu (13/1/2021), seperti dilansir Antara.

Dia mengatakan banjir yang terjadi di sejumlah tempat itu hampir terjadi setiap tahun saat musim hujan. Dia mengatakan banjir terjadi bersamaan dengan air laut pasang.

Menurutnya, pihaknya mengkaji lagi untuk melakukan normalisasi saluran air di daerah yang rawan banjir seperti di Pasar Inpres. Sebab, ketika saluran air dibuka lebih lebar justru mengakibatkan banjir lebih besar.

Banjir yang merendam Kantor Urusan Agama di Bangka akibat hujan sejak kemarin Selasa (12/1)  (ANTARA/Kasmono)Banjir yang merendam Kantor Urusan Agama di Bangka akibat hujan sejak kemarin Selasa (12/1) (Kasmono/Antara)

"Alternatif awal akan membuat waduk atau tandon untuk menampung air sehingga tidak langsung ke daerah permukiman penduduk," kata Mulkan.

Dia meminta warga di daerah rawan banjir tetap memperhatikan kebersihan di saluran air agar tidak ada sampah yang dapat menghambat kelancaran air mengalir ke arah hilir.

Sementara itu, Kepala Lingkungan Parit Pekir, Rozi, mengatakan terdapat 347 rumah penduduk di lingkungan terendam air dengan ketinggian sekitar 1 meter.

"Air mulai merendam ratusan rumah penduduk mulai sekitar pukul 04.00 WIB dengan ketinggian mencapai 1 meter," jelas Rozi.

(jbr/idh)