Begini 8 Oknum Polisi Rekayasa 'Ganja Tak Bertuan' Berujung 20 Tahun Bui

Datuk Haris Molana - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 13:41 WIB
PN Medan vonis 8 oknum polisi dalam kasus rekayasa penemuan ganja tak bertuan (Datuk Haris Molana/detikcom).
PN Medan memvonis 8 oknum polisi dalam kasus rekayasa penemuan ganja tak bertuan. (Datuk Haris Molana/detikcom)

Singkat cerita, mereka kemudian menuju ke Pos Lantas Pijor Koling dan makan. Setelah itu Rudi Hartono menjelaskan bahwa tempat akan ditemukannya ganja kering tersebut di area perkebunan PTPN III, Desa Tarutung Baru, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara.

Selanjutnya, mereka menuju PTPN III. Rudi Hartono dan Antoni Fresdy mengendarai sepeda motor langsung menuju lokasi yang diikuti oleh mobil Terios. Sementara itu, mobil Jazz tak dapat menuju lokasi karena jalannya turunan terjal.

"Kemudian terdakwa bersama Brigadir Amdani Damanik pun turun dari dalam mobil Honda Jazz yang dikendarai Bripka Andi Pranata dan berjalan sekira 200 meter menuju lokasi tempat yang telah ditentukan. Sedangkan Bripka Andi Pranata tinggal di dalam mobil Honda Jazz. Kemudian sekira pukul 21.00 WIB, terdakwa bersama Brigadir Amdani Damanik sampai di area perkebunan PTPN-III Desa Tarutung Baru Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara tersebut," kata JPU.

"Terdakwa melihat karung plastik yang berisi ganja kering telah diturunkan dari dalam mobil merek Daihatsu Terios dan diletakkan di tanah yang ditutupi oleh pelepah kelapa sawit. Kemudian terdakwa mendengar suara tembakan dari arah depan mobil Daihatsu Terios yang mana pada saat itu terdakwa berada di belakang mobil. Lalu Briptu Rorry Mirryam Sihite langsung melakukan rekaman dengan menggunakan HP yang kemudian Aiptu Martua Pandapotan menghubungi Kasat Reserse Narkoba Polres Kota Padangsidimpuan," sambungnya.

Sekitar pukul 22.00 WIB, Kasat Reserse Narkoba Polres Kota Padangsidimpuan tiba di lokasi bersama mobil patroli Sabhara dan mobil SPK Polres Kota Padangsidimpuan. Lalu 14 buah karung plastik yang berisi ganja dinaikkan ke dalam mobil patroli dan dibawa ke kantor Polres Kota Padangsidimpuan.

"Sedangkan terdakwa masih berada di lokasi. Sekira pukul 22.30 WIB, terdakwa menghubungi HP milik Bripka Andi Pranata, lalu terdakwa berkata kepada Bripka Andi Pranata 'kau berada di mana?'. Lalu Bripka Andi Pranata menjawab 'di Polres'," terang JPU.

Sekitar pukul 23.30 WIB, Witno, Martua, Dedi, Amdani dan Rorry tiba di Polres Kota Padangsidimpuan. Mereka melihat 19 karung plastik yang berisi ganja kering yang telah diambil dari Gaya telah diamankan di ruang Satuan Reserse Narkoba Polres Kota Padangsidimpuan.

Pada Senin, 2 Maret 2020, 19 karung berisi ganja tersebut ditimbang dan diketahui beratnya 327 kilogram. Kasus rekayasa tersebut lalu terbongkar.

Mereka kemudian diamankan, lalu disidangkan di PN Medan. Kedelapan oknum tersebut telah divonis bersama salah satu warga sipil. Mereka divonis bervariasi mulai 10 hingga 20 tahun penjara.

Putusan yang paling berat dijatuhkan kepada terdakwa Bripka Witno Suwito dan seorang warga sipil bernama Edy Anto Ritonga alias Gaya. Mereka masing-masing divonis pidana 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

"Menjatuhi terdakwa Witno Suwito dengan pidana penjara selama 20 tahun, denda Rp 1 miliar. Apabila tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan," kata hakim.

Putusan itu lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan yang diberikan jaksa dengan tuntutan hukuman mati.

Kemudian terdakwa Aiptu Martua Pandapotan Batubara (eks Kanit IV Satnarkoba Polres Padangsidimpuan) divonis 13 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Sebelumnya, Aiptu Martua dituntut pidana penjara seumur hidup.

Kemudian enam terdakwa lainnya adalah Briptu Rory Mirryam Sihite, Bripka Andy Pranata, Brigadir Dedi Azwar Anas Harahap, Bripka Rudi Hartono, Brigadir Antoni Fresdy Lubis, dan Brigadir Amdani Damanik. Awalnya, mereka dituntut 20 tahun penjara. Mereka kemudian masing-masing divonis pidana 10 tahun penjara.

Mereka juga dituntut membayar denda masing-masing sebesar Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Sedangkan Brigadir Amdani Damanik subsidernya 3 bulan kurungan.

Halaman

(jbr/jbr)