Tin Zuraida Mangkir dari Panggilan KPK Terkait Kasus Nurhadi

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 10:20 WIB
Istri eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Tin Zuraida.
Tin Zuraida (Ibnu/detikcom)
Jakarta -

Tin Zuraida mangkir dari pemanggilan KPK dalam penjadwalan pemeriksaan saksi terkait kasus suap dan gratifikasi mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi. Semula Tin Zuraida dipanggil menjadi saksi untuk tersangka Ferdy Yuman.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut mangkirnya Tin Zuraida tanpa ada keterangan. KPK akan melakukan penjadwalan ulang guna dapat memeriksa Tin Zuraida.

"Tin Zuraida (istri Nurhadi), tanpa keterangan dan akan dilakukan pemanggilan kembali," kata Ali kepada wartawan, Rabu (13/1/2021).

Tidak hanya Tin, dua saksi lain yang dipanggil KPK kemarin juga mangkir. Mereka adalah Oktaria Iswara Zen dan Edna Dibayanti yang sama-sama berstatus karyawan swasta.

"KPK tetap mengimbau untuk kooperatif memenuhi kewajiban hukum tersebut," ucap Ali.

Seperti diketahui, KPK memanggil tiga orang saksi terkait kasus suap dan gratifikasi mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi. Salah satunya adalah istri Nurhadi sendiri, yakni Tin Zuraida.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka FY (Ferdy Yuman)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (12/1).

Adapun dua saksi lainnya adalah Oktaria Iswara Zen dan Edna Dibayanti selaku swasta. Keduanya juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Ferdy Yuman.

Ferdy Yuman ditetapkan tersangka karena ikut membantu menyembunyikan Nurhadi. Ferdy Yuman ditangkap KPK pada Minggu (10/1) lalu di Malang, Jawa Timur.

Nurhadi sendiri sudah didakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta karena menerima suap dan gratifikasi Rp 83 miliar bersama-sama dengan Rezky Herbiyono terkait pengurusan perkara di pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, ataupun peninjauan kembali. Nurhadi dan Rezky didakwa menerima suap dan gratifikasi dalam kurun 2012-2016.

Uang suap ini diterima Nurhadi dan Rezky dari Hiendra Soenjoto selaku Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) agar keduanya membantu Hiendra dalam mengurus perkara. Jaksa menyebut tindakan Nurhadi itu bertentangan dengan kewajibannya sebagai Sekretaris MA.

Selain itu, Hiendra Soenjoto merupakan tersangka dalam kasus ini. Hiendra ditetapkan tersangka sebagai penyuap Nurhadi dan Rezky Herbiyono terkait penanganan perkara di sejumlah pengadilan negeri.

(fas/gbr)