Satgas Jelaskan Pembentukan Herd Immunity Terkait Vaksinasi Corona

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 12 Jan 2021 18:25 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.
Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito (Screenshot YouTube Setpres)
Jakarta -

Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan soal pembentukan kekebalan kelompok (herd immunity) melalui program vaksin. Wiku mengatakan bahwa efikasi vaksin Sinovac sudah melampaui standar WHO.

"Efikasi ini didapatkan dari perbandingan efektivitas vaksin antara kelompok yang divaksin dan yang tidak vaksin. Besar efikasi dipengaruhi berbagai pola kesehatan masyarakat dan lain sebagainya," kata Wiku dalam video yang disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (12/1/2021).

Dia meminta masyarakat tak perlu khawatir terhadap efikasi vaksin Sinovac yang mencapai 65,3%. Pasalnya, efikasi ini sudah melampaui standar WHO.

"Masyarakat tidak perlu ragu dalam efektivitas vaksin karena standar efikasi vaksi yang ditetapkan oleh WHO, FDA (Food and Drug Administration) di Amerika Serikat, maupun European Medicines Agency (EMA) di Eropa ialah 50 persen," tuturnya.

"Dengan angka efikasi yang sudah melampaui standar minimal maka sudah sangat bermakna dalam mencegah kejadian infeksi baru. Baik pada penerima vaksin maupun populasi yang tidak menerima vaksin," lanjutnya.

Wiku juga memaparkan soal proses pembentukan herd immunity melalui vaksinasi. Dia menuturkan bahwa tidak semua individu harus divaksinasi.

"Dalam masa pandemi, untuk membentuk kekebalan kelompok, tidak harus memvaksinasi semua individu. Karena tidak semua individu bisa divaksinasi seperti mereka yang memiliki masalah kesehatan," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2