Round-up

Tanda Tanya Sejoli NTT Naik SJ182 Pakai KTP Bukan Miliknya

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 12 Jan 2021 07:06 WIB
Pesawat Sriwijaya Air PK-CLC yang hilang kontak di Kepulauan Seribu (dok jetphotos.com via flightradar24))
Pesawat Sriwijaya Air PK-CLC yang hilang kontak di Kepulauan Seribu. (Dok. jetphotos.com via flightradar24)
Jakarta -

Pasangan kekasih asal Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), disebut turut menjadi penumpang pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ182, yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta. Namun keduanya disebut terbang dengan menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) milik orang lain.

Berdasarkan data yang dihimpun, sejoli tersebut bernama Teofilus Lau Ura dan Selfi. Namun, dalam penerbangan, keduanya menggunakan KTP milik Feliks Wenggo dan Sarah Beatrice Alomau.

Pasangan kekasih tersebut hendak ke Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), untuk bekerja. Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT Marius Ardu Jelamu mengaku sudah mendengar kabar soal dua warga Ende tersebut.

"Selama ini mereka kan di Jakarta. Mereka orang Ende tapi tinggal di Jakarta. Karena tak ada kerja lagi, maka mereka ingin ke Pontianak. Jadi mereka mungkin mereka belum mengurus KTP-nya. Mereka itu orang Ende," kata Marius Ardu Jelamu saat dihubungi, Senin (11/1/2021).

Jelamu belum dapat memastikan soal alasan keduanya menggunakan KTP orang lain. Di sisi lain, sejoli tersebut dikabarkan akan segera menikah. Meski demikian, Jelamu berharap sejoli tersebut tetap mendapatkan santunan.

"Dugaan saya, karena orang mau naik pesawat kan biasa periksa KTP. Mungkin karena itu mereka berani pakai KTP orang lain. Mereka kan pasangan yang akan menikah, kan sebenarnya harus punya KTP. Kita harapkan juga meski mereka tidak punya KTP atau pakai KTP orang lain, tetap dapat santunan juga," kata dia.

Dia juga berharap Pemerintah Kabupaten Ende menelusuri pihak keluarga sejoli tersebut. Jadi bisa didapatkan data antemortem dan postmortem demi kebutuhan identifikasi korban.

"Saya harap Bupati Ende bisa menelusuri. Tidak harus dari Pemprov, karena itu warga Ende, Bupati Ende yang lebih mengetahui data warganya langsung menelusuri keluarga-keluarganya apa yang harus dilakukan, kirim orang ke sana kah, melapor. Atau keluarga terdekat di Jakarta melapor untuk pendataan antemortem dan postmortem," ujarnya.

"Kemudian kita harapkan juga Keluarga Besar Ende yang di Jakarta juga proaktif berkoordinasi dengan Pemkab Ende," tambah dia.

Simak video '74 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ182 Terkumpul':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3