Sejoli NTT Naik Sriwijaya Air Pakai KTP Orang, Polri Koordinasi ke Disdukcapil

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 11 Jan 2021 16:12 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan
Jakarta -

Polri melakukan pendalaman terkait kabar sejoli asal Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menumpangi pesawat Sriwijaya Air 182 menggunakan KTP milik orang lain. Polri bersama TNI dan tim gabungan juga masih melakukan pendataan.

"Sampai saat ini hal tersebut masih kita dalami dan tim investigasi gabungan dari TNI, Basarnas, dan elemen terkait lainnya masih terus melakukan pendataan terhadap para korban," kata Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat konferensi pers secara virtual, Senin (11/1/2021).

Ramadhan menuturkan Polri akan berkoordinasi dengan Polda NTT. Selain itu, kata Ramadhan, Polri akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terkait kebenaran kabar terkait sejoli asal Ende itu.

"Jadi kita dalami, kita akan melakukan koordinasi dengan Polda NTT juga. Nanti akan menanyakan kepada Disdukcapil apakah benar ada informasi atau laporan tentang penumpang pesawat Sriwijaya menggunakan KTP yang bukan miliknya," tuturnya.

Lebih lanjut Ramadhan menyampaikan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri sedang mengumpulkan data antemortem korban yang didapat dari pihak keluarga. Ramadhan menyebut data antemortem yang sudah diterima tim DVI akan dicocokkan dengan data postmortem yang didapat setelah mengevakuasi korban.

"Setiap data saat ini, tim DVI sedang bekerja dan terus mengumpulkan data-data antemortem. Data terkait dengan KTP atau identitas terkait dengan penumpang dari pesawat Sriwijaya tersebut apakah ada kecocokan antara data tersebut dengan status korban yang dinyatakan teridentifikasi," imbuhnya.

Pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Sabtu (9/1) sekitar pukul 14.40 WIB. Pesawat tersebut hilang kontak setelah 4 menit lepas landas.

Di dalam pesawat tersebut terdaftar 50 penumpang dan 12 kru pesawat. Saat ini puluhan instansi tengah bekerja keras mencari korban ataupun puing-puing pesawat.

Dari jumlah penumpang tersebut, dua orang warga asal Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), disebut turut menjadi penumpang pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta. Keduanya disebut terbang dengan menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) milik orang lain.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Jelamu, mengaku sudah mendengar kabar soal dua warga Ende itu. Pasangan kekasih tersebut hendak ke Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), untuk bekerja. Berdasarkan data yang dihimpun, sejoli itu bernama Teofilus Lau Ura dan Selfi, yang dalam penerbangan tersebut menggunakan KTP milik Feliks Wenggo dan Sarah Beatrice Alomau.

"Selama ini mereka kan di Jakarta. Mereka orang Ende tapi tinggal di Jakarta. Karena tak ada kerja lagi, maka mereka ingin ke Pontianak. Jadi mereka mungkin mereka belum mengurus KTP-nya. Mereka itu orang Ende," kata Marius Ardu Jelamu saat dihubungi, Senin (11/1).

(gbr/gbr)