KPK Dalami Pengumpulan Uang untuk Edhy Prabowo di Kasus Suap Ekspor Benur

Farih Maulana Sidik - detikNews
Sabtu, 09 Jan 2021 14:14 WIB
Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito berada di dalam mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/11/2020) dini hari. KPK menetapkan tujuh tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut, dua di antaranya yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan Direktur PT DPP Suharjito.  ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/pras.
Direktur PT Dua Putra Perkasa Suharjito (Foto: dok. Antara Foto)
Jakarta -

KPK memeriksa Suharjito (SJT), tersangka penyuap mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo dalam kasus suap ekspor benih lobster atau benur. Terhadap Suharjito, KPK mendalami terkait pengumpulan sejumlah uang untuk Edhy Prabowo.

"SJT (Direktur PT DPP) diperiksa sebagai tersangka. Penyidik masih mendalami terkait dengan dugaan persiapan dan pengumpulan sejumlah uang yang akan diberikan kepada tersangka EP (Edhy Prabowo) melalui timnya," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Sabtu (9/1/2021).

Selain memeriksa Suharjito, penyidik KPK memeriksa seorang saksi bernama Mohamad Tabroni. Dia merupakan tenaga kontrak yang diperiksa untuk tersangka Ainul Faqih (AF), staf istri Edhy Prabowo.

"(Mohamad Tabroni) dikonfirmasi mengenai dugaan penitipan kartu ATM milik tersangka AF kepada saksi yang untuk selanjutnya diberikan kepada tersangka EP. Dan nantinya penggunaan kartu ATM tersebut di antaranya untuk pembelanjaan berbagai barang mewah di Amerika Serikat," ujar Ali.

Dalam perkara ini, KPK menjerat Edhy Prabowo sebagai tersangka dalam jabatannya sebagai Menteri KKP. Dia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap ekspor benih lobster. Selain Edhy, ada enam orang lain yang ditetapkan sebagai tersangka.

Berikut ini daftarnya:

Sebagai penerima:
1. Edhy Prabowo (EP), Menteri KKP (kini nonaktif);
2. Safri (SAF), Stafsus Menteri KKP;
3. Andreau Pribadi Misanta (APM), Stafsus Menteri KKP;
4. Siswadi (SWD), Pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK);
5. Ainul Faqih (AF), Staf istri Menteri KKP; dan
6. Amiril Mukminin (AM)

Sebagai pemberi:
7. Suharjito (SJT), Direktur PT DPP

Secara singkat, PT DPP merupakan calon eksportir benur yang diduga memberikan uang kepada Edhy Prabowo melalui sejumlah pihak, termasuk dua stafsusnya. Dalam urusan ekspor benur ini, Edhy diduga mengatur agar semua eksportir melewati PT ACK sebagai forwarder dengan biaya angkut Rp 1.800 per ekor.

KPK menduga suap untuk Edhy Prabowo ditampung dalam rekening anak buahnya. Salah satu penggunaan uang suap yang diungkap KPK adalah ketika Edhy Prabowo berbelanja barang mewah di Amerika Serikat (AS), seperti jam tangan Rolex, tas LV, dan baju Old Navy.

Tonton juga video 'Edhy Prabowo Harap Menteri KP Baru Berpihak ke Nelayan':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/jbr)