Demokrat Sebut Tindakan @erlanggs Berpotensi Percepat Penularan Corona

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 08 Jan 2021 21:57 WIB
Edhie Baskoro (Ibas)- (Adhar-detik)
Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas (Adhar/detikcom)
Jakarta -

Partai Demokrat (PD) turut berkomentar atas ditangkapnya selebgram Rangga atau EAD, pemilik akun @erlanggs. Demokrat menilai dugaan tindak kejahatan yang membuat Rangga ditangkap, yaitu pemalsuan surat hasil tes RT-PCR COVID-19, sangat menyesatkan dan merugikan publik.

"Saya mendengar info soal maraknya jual-beli surat bebas Corona. Tak boleh dibiarkan, ini sangat menyesatkan dan merugikan publik," kata Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas kepada wartawan, Jumat (8/1/2021).

Anggota Komisi VI DPR RI itu mendesak agar kasus tersebut diusut hingga tuntas. "Pihak-pihak terkait harus segera mengusut permasalahan ini," ujarnya.

Ibas juga menyayangkan rendahnya kesadaran sejumlah pihak di masa pandemi COVID-19 ini. Menurutnya, masyarakat harus ikut menekan laju penyebaran COVID-19.

"Tujuan surat keterangan bebas corona atau COVID-19 ini untuk menekan laju penyebaran virus. Dengan adanya jual beli surat bebas Corona seperti ini, alih-alih menekan penyebaran, yang ada malah berpotensi mempercepat penyebaran (COVID-19) makin luas," pungkasnya.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya menetapkan tiga pelaku kasus pemalsuan surat hasil tes RT-PCR COVID-19 yang diperjualbelikan di sebuah akun media sosial. Dari tiga pelaku, salah satunya diketahui adalah selebgram @erlanggs atau Rangga atau EAD.

"Iya betul, ada (tersangka selebgram). Inisialnya EAD itu. Dia yang punya akun @erlanggs," kata Kanit 1 Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kompol I Made Redi Hartana saat dihubungi, Jumat (8/1).

EAD ditangkap bersama dua tersangka lainnya berinisial MFA dan MAIS. Kasus tersebut bermula saat unggahan layanan palsu PCR di akun @erlanggs dkk ini diketahui oleh relawan penanganan virus Corona, dr Tirta.

Belum diketahui sudah berapa lama akun @erlanggs mempromosikan layanan ilegal surat PCR palsu tersebut. Polisi masih mendalami keterangan tersangka.

Redi hanya mengatakan tersangka EAD memanfaatkan ratusan ribu pengikut yang dimilikinya di akun media sosial Instagram untuk mempromosikan jasa surat palsu PCR.

"Memang followers dia 200 ribu. Dia punya (channel) YouTube juga," imbuh Redi.

(hel/aud)