Masjid Istiqlal Belum Buka untuk Umum Usai Renovasi, Ini Alasannya

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 08 Jan 2021 14:09 WIB
Potret udara Masjid Istiqlal, Jakarta.
Masjid Istiqlal (Foto: dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, belum dibuka untuk umum. Imam besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menjelaskan belum dibukanya Masjid Istiqlal untuk ibadah demi mencegah timbulnya kerumunan.

Nasaruddin mengatakan pemerintah memang telah memperbolehkan tempat ibadah dibuka dengan kapasitas maksimal 50 persen. Namun, mengingat kapasitas Masjid Istiqlal yang mencapai 200 ribu orang, diputuskan masjid yang baru saja rampung direnovasi itu belum dibuka untuk umum.

"Sampai sekarang ini kita belum buka. Pertama karena kita mengikuti protokol kesehatan, ya kan. Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2021 memang ada diktum di situ dimungkinkan rumah ibadah itu dibuka, tapi maksimum 50 persen, ya kan," kata Nasaruddin kepada wartawan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (8/1/2021).

"Tapi 50 persen untuk Masjid Istiqlal, kapasitas Istiqlal itu 200 ribu orang. Lima puluh persen dari 200 ribu itu adalah 100 ribu, berkumpul 100 ribu di Masjid Istiqlal nanti kami akan berhadapan dengan persoalan-persoalan, titik-titik tertentu, ya kan misalnya pintu keluar bersamaan keluar, ya," sambungnya.

Nasaruddin menjelaskan, jika Masjid Istiqlal dibuka untuk umum, potensi kerumunan akan terjadi. Terutama saat jemaah datang, pulang, maupun menuju ke lantai 2 Masjid Istiqlal.

"Istiqlal itu kan lantai 2. Ya kan, lantai 2 itu membutuhkan tangga turun, sedangkan tangga turunnya itu kan hanya terbatas pada pintu-pintu tertentu. Nah, saya bayangkan nanti 50 persen dari total jemaah Masjid Istiqlal turun dari pintu yang bareng, ya kan itu pasti akan terjadi kerumunan," katanya.

Nazaruddin menyebut Masjid Istiqlal bukan seperti masjid di daerah atau kampung-kampung yang menampung sekitar 10-20 ribu jemaah. Masjid Istiqlal, kata dia, akan mendapati banyak titik pertemuan banyak orang jika 100 ribu jemaah datang melewati pintu yang bersamaan.

"Bagaimana mungkin 100 ribu akan melewati pintu basement yang sangat terbatas. Nah, makanya itu, ini bukan masjid kecil seperti di kampung atau di daerah atau yang bisa menampung di sekitar 10-20 ribu orang itu bisa. Ini kalau sampai 100 ribu orang, itu saya kira kita akan berhadapan dengan persoalan," jelas Nasaruddin.

Untuk itu, Nasaruddin mengungkapkan, Masjid Istiqlal belum bisa digunakan untuk beribadah meski telah selesai direnovasi. Salat Jumat pun saat ini hanya digelar oleh pihak internal Istiqlal saja.

"Maka itu, untuk mencegah segala kemungkinan yang akan terjadi, Istiqlal sambil melakukan pembenahan-pembenahan teknis, karena ini kan baru diresmikan, maka itu kami belum membuka secara umum. Istiqlal itu dipakai untuk salat Jumat dan berjemaah memang ada Jumatan dilakukan, tapi sebatas untuk internal Istiqlal. Ini kan masih ada pekerja, masih ada karyawan," tuturnya.

(whn/mae)