Round-Up

Serba-serbi PPKM Sebagian Jawa-Bali

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 08 Jan 2021 07:04 WIB
Airlangga Hartarto
Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto (Screenshot CNN Indonesia)
Jakarta -

Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diterapkan di sebagian wilayah Pulau Jawa dan Bali untuk mengendalikan pandemi COVID-19. Berikut adalah serba-serbi PPKM ini.

Menko Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto, telah menjelaskan bahwa PPKM ini bakal diterapkan selama dua pekan, antara 11 sampai 25 Januari 2021.

Latar belakang: kondisi usai Nataru dan jelang vaksinasi

Kebijakan PPKM diambil pemerintah terhadap daerah-daerah di Jawa dan Bali lantaran pemerintah mendeteksi peningkatan kasus COVID-19. Kenaikan kasus COVID-19 itu terjadi selepas momen libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemarin.

"Mengapa tanggal 11-25 karena kita baru saja libur Natal dan Tahun Baru. Berdasarkan pengalaman data yang ada, sehabis libur besar itu ada kenaikan 25-30% di mana kalau kita hitung, jatuhnya pertengahan Januari," ujar dia dalam konferensi pers, Kamis (7/1) kemarin.

Latar belakang selanjutnya adalah penyiapan vaksinasi. Indonesia belajar dari Inggris yang juga me-lockdown kotanya sebelum menggulirkan vaksinasi. Kini, Inggris malah me-lockdown negaranya.

"Ditambah minggu depan itu mulai vaksinasi. Karena seperti di Inggris, menjelang vaksinasi di Inggris mereka melakukan lockdown di kota," ujarnya.

Simak video '4 Dampak 'PSBB Ketat' ke Ekonomi RI':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya, 'tiga bukan' dalam PPKM:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3