22 PMKS Dibawa ke Balai Rehabilitasi Sosial Bekasi, Begini Kondisinya

Afzal Nur Iman - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 20:55 WIB
PMKS di BRSEGP Pangudi Luhur Bekasi.
PMKS di BRSEGP Pangudi Luhur Bekasi. (Afzal/detikcom)
Jakarta -

Sebanyak 22 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dari Jakarta dibawa ke BRSEGP Pangudi Luhur, Bekasi. Ke-22 orang tersebut sekarang masih dalam proses asesmen oleh pekerja sosial.

detikcom melakukan kunjungan ke BRSEGP Pangudi Luhur Bekasi di Komplek Depsos, Margahayu, Bekasi, pada Kamis (7/1/2021). Pekerja sosial setempat sempat mengajak berkeliling di Kompleks Balai rehabilitasi tersebut.

Pekerja sosial menunjukkan ruangan yang dihuni oleh Kastubi dan Faisal. Kastubi dan Faisal sempat ramai menjadi perbincangan setelah Mensos Tri Rismaharini atau Risma melakukan blusukan. Mereka menghuni satu kamar untuk empat orang.

Saat ditemui, beberapa PMKS terlihat sedang meminum kopi di depan kamarnya. Mereka terlihat lebih rapi setelah dicukur oleh pekerja sosial. Di sana juga ada tempat praktik keterampilan untuk para PMKS. Adapun peralatan untuk membuat pupuk.

Sampai saat ini, ada 22 PMKS yang menjalani asesmen oleh pekerja sosial. Ke depan mereka akan diberi keterampilan sesuai dengan hasil asesmen.

PMKS di BRSEGP Pangudi Luhur Bekasi.PMKS di BRSEGP Pangudi Luhur Bekasi. (Afzal/detikcom)

Kepala BRSEGP Pangudi Luhur Kokom Komalawati menjelaskan ke depannya warga binaan akan diberi bermacam-macam kegiatan mulai dari kewirausahaan, keterampilan, hingga dukungan psikososial.

"Kegiatannya ada kewirausahaan, ada bermacam-macam, yang sudah berjalan selama ini ada keterampilannya, keterampilan menjahit kemudian, kegiatan dari pagi ini ada kegiatan briefing antara peksos dan PMKS, kemudian ada bimbingan kewirausahaan pertama memilah sampah, karena ini terkait pengelolaan sampah, memilah sampah kemudian ada hidroponik, ada ternak lele kemudian ada kompos, pertanian ya ada, penanaman pohon. Kemudian ada dukungan psikososial, kemudian ada monitoring kesehatan fisik, suhu tubuh, kemudian mental psikologis," jelas Kokom, di lokasi.

Kastubi mengaku nyaman mendapat binaan di balai rehabilitasi. Namun memang dia belum beradaptasi dengan kebiasaan baru di balai Dinsos ini.

"Ya dibilang nyaman juga ya, orang biasa bebas ya tentu aja lah pak. Kita terang-terangan saja. Biasa bebas saya di sini walaupun makan dikasih, apa dikasih ini. Biasa jalan kemana-mana, ada aktivitas. Ini nggak ada aktivitas. Tidur bangun gitu aja," kata Kastubi.

Warga binaan lainnya, Irfansyah juga merasa nyaman berada di balai. Dia hanya khawatir dengan kehidupannya setelah berada keluar dari balai.

"Kehidupan di sini layak kan, tidur ya di sini kayaknya enak, makan juga dikasih cuma untuk keperluan lain itu nggak mungkin ada terus di sini kan, pemerintah pun istilahnya kan menilai nggak mungkin kita mau dikasih makan terus kan gitu kan, kita kan mencari nilai tambah, keterampilan, apa dikerjakan ini, apa disuruh jualan, kan gitu," kata Irfansyah.

(idn/idn)