Sejak Risma Dilantik, Sudah 22 PMKS Dibawa ke Balai Rehabilitasi Sosial Bekasi

Afzal Nur Iman - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 19:26 WIB
Kepala BRSEGP Pangudi Luhur di BRSEGP Pangudi Luhur Bekasi, Komplek Depsos, Kokom Komalawati (Afzal/detikcom)
Kepala BRSEGP Pangudi Luhur di BRSEGP Pangudi Luhur Bekasi, Komplek Depsos, Kokom Komalawati (Afzal/detikcom)
Bekasi -

Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma) dikenal sering melakukan blusukan untuk melihat permasalahan sosial. Semenjak Risma dilantik, sudah ada 22 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang dibawa ke Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pemulung (BRSEGP) Pangudi Luhur, Bekasi, untuk dibina.

"(Sebanyak) 22 PMKS, dari sejak tanggal, beliau dilantik hari pertama kerja sampai dengan hari ini," kata Kepala BRSEGP Pangudi Luhur, Kokom Komalawati, di Bekasi, Kamis (7/1/2021).

Sebelum Risma menjadi Menteri Sosial, BRSEGP hanya melakukan pembinaan terhadap PMKS secara terbatas karena alasan pandemi COVID-19.

"Ini sebelumnya disini, kan kita tahu ini masa pandemi, situasinya juga kalau untuk balai kita batasi, kan untuk mengurangi resiko terpapar, nah ini sudah memasuki tahun anggaran 2021, terus ibu menteri masuk di hari pertama beliau bekerja membuat satu gebrakan terkait dengan PMKS pemulung dan atau gelandangan atau pengemis," lanjutnya.

Ke-22 PMKS tersebut akan dibina untuk diajarkan keterampilan dan kewirausahaan. Selain itu, ada bimbingan sosial dan psikologis terhadap PMKS yang berasal dari sejumlah daerah itu.

"Yang sudah berjalan selama ini ada keterampilannya, keterampilan menjahit kemudian, kegiatan dari pagi ada kegiatan briefing antara peksos dan PMKS, kemudian ada bimbingan kewirausahaan pertama memilah sampah, karena ini terkait pengelolaan sampah, memilah sampah kemudian ada hidroponik, ada ternak lele kemudian ada kompos, pertanian ya ada, penanaman pohon. Kemudian ada dukungan psikososial, kemudian ada monitoring kesehatan fisik, suhu tubuh, kemudian mental psikologis," ujarnya.

Penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) musiman mulai berdatangan ke Kota Bandung di bulan Ramadhan ini. Begini potretnya.Penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) musiman mulai berdatangan ke Kota Bandung di bulan Ramadhan ini. Begini potretnya. (Yudha Maulana/detikcom)

BRSEGP Pangudi Luhur sebelumnya melakukan tes rapid antibodi kepada PMKS yang dibawa dari Jakarta. Dari 22 PMKS, ada 1 yang dinyatakan reaktif.

"Hanya satu, hasil rapid test hanya satu ya, reaktif, rapid antibodi ya, tapi sudah kita rujuk ke puskesmas untuk menunggu hasil swab," kata Kokom.

Terkait Risma yang suka blusukan, Kokom menyebut pihaknya siap menerima masukan dan arahan dari Kemensos.

"Kita sebagai unit pelaksana teknis menunggu saja, kita stand by aja ketika blusukan ya kita jika diberi tahu kita akan merapat kesana," lanjutnya.

Kokom juga menambahkan dari PMKS yang ada di BRSEGP Pangudi Luhur Bekasi, masih akan terus bertambah. Ia menambahkan pihaknya menargetkan 1100 PMKS akan dibina selama 2021.

"Kalau target tahun ini 1.100 yang harus ditangani," ujarnya.

"Kalau berapa lama tergantung asesmen dari pekerja sosial, kita tidak bisa memaksakan mereka harus di sini harus sekian hari, sekian bulan, berdasarkan hasil asesmen dari pekerja sosial dan kebutuhan mereka apa," jelasnya.

Diketahui, pasca dilantik menjadi Mensos, Risma memang dikenal suka blusukan. Kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan Kementerian Sosial (Kemensos), Herman Kuswara, mengungkapkan alasan Risma rajin blusukan di Jakarta. Menurutnya, Risma ingin melakukan pemetaan permasalahan sosial.

"Yang pertama ingin melakukan pemetaan permasalahan-permasalahan sosial yang aktual dan faktual. Sehingga ibu istilahnya dengan blusukan, melihat beberapa titik itu sebetulnya ingin memotret sejauh mana permasalahan-permasalahan sosial yang ada dan berkembang saat ini, yang memiliki urgensi untuk segera ditangani kan itu," kata Herman Kuswara saat dihubungi detikcom, Senin (4/1/2021).

(isa/isa)