Round-Up

Corona Masih Ngegas Saat Tenaga Kesehatan Mulai Terbatas

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 20:31 WIB
Poster
Ilustrasi Corona. (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Semenjak dua bulan terakhir, kasus aktif COVID-19 di Indonesia meningkat dua kali lipat. Tenaga medis pun terbatas.

Hal itu disampaikan Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Doni Monardo, dalam jumpa pers Update Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Berbagai Daerah Jawa dan Bali di saluran YouTube BNPB, Kamis (7/1/2021).

"Adanya peningkatan kasus yang sangat tinggi dalam 2 bulan terakhir ini. Kemarin Bapak Presiden juga menjelaskan pada Sidang Kabinet, juga pada pengarahan kepada seluruh gubernur bahwa dalam tempo 2 bulan terjadi peningkatan 2 kali lipat kasus aktif yang pada awal November 54 ribu orang dan pada hari kemarin sudah 110 ribu orang dan sorenya dilaporkan Satgas 120 ribu orang," kata Doni.

Menurut Doni, dengan meningkatnya kasus COVID-19 tersebut mengakibatkan bertambahnya pasien di rumah sakit. Hal itu membuat keterisian rumah sakit ikut meningkat.

Selain itu, kata Doni, terbatasnya tenaga kesehatan untuk menangani pasien COVID-19. Menurut Doni, diperlukan langkah yang tepat agar kasus aktif COVID-19 di Indonesia tidak terus meningkat.

Doni menambahkan terbatasnya jumlah SDM itu juga diperparah dengan banyaknya tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 dan meninggal. Karena itu, dia meminta ada perlindungan bagi para tenaga kesehatan.

Patuhi Protokol Corona Tak Sebanding dengan Dokter Pakai Pampers

Dalam kesempatan itu, Doni meminta masyarakat berusaha keras mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker hingga rajin cuci tangan.

Doni menilai perjuangan para dokter hingga memakai pampers saat bertugas jauh lebih berat daripada patuh protokol kesehatan.

" Dia menyebut dokter hingga perawat bahkan harus memakai pampers lantaran tidak bisa buang air kecil saat merawat pasien COVID-19.

"Nah hari ini kami semua di Satgas dan juga kita semua mengajak masyarakat untuk melakukan evaluasi. Mari kita bandingkan permintaan kita semua kepada masyarakat dan kita sendiri, saya juga, untuk patuh kepada protokol kesehatan pakai masker, jaga jarak, tidak boleh berkerumun, cuci tangan sesering mungkin belum sebanding dengan pengorbanan para dokter dan perawat yang melayani pasien sekian jam bahkan ada yang pakai pampers karena tidak mungkin bisa buang air ketika melayani pasien," ungkap Doni.

Karena itulah, Doni meminta masyarakat berjuang lebih keras lagi untuk disiplin protokol kesehatan.

Selanjutnya
Halaman
1 2