Soal Rusuh di Capitol, Elite PKB Bicara Kemiripan Pilpres AS dan RI

Tiffany Theresia - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 20:09 WIB
abdul kadir karding
Abdul Kadir Karding (Rinto Heksantoro/detikcom)

Diberitakan sebelumnya, Kongres AS resmi mengesahkan kemenangan Presiden terpilih AS, Joe Biden, dalam pilpres AS 2020. Sebelum Joe Biden disahkan, sempat terjadi kerusuhan dalam proses kongres tersebut.

Kepolisian Washington, DC, di Amerika Serikat (AS) menangkap puluhan orang terkait aksi kekerasan di Gedung Capitol yang didalangi oleh para pendukung Presiden Donald Trump yang memprotes hasil pilpres AS 2020. Beberapa orang yang ditangkap kedapatan membawa senjata api tanpa izin.

Seperti dilansir CNN, Kamis (7/1/2021), Kepala Kepolisian Metropolitan Washington DC, Robert Contee, dalam konferensi pers mengumumkan ada 52 orang yang ditangkap terkait aksi penyerbuan Gedung Capitol AS, yang diwarnai aksi perusakan dan bentrokan sengit dengan polisi yang berjaga.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga telah merilis pernyataan terbaru. Trump menyatakan meski tidak sepakat dengan hasil pilpres, dia menjanjikan transisi kekuasaan berlangsung tertib.

"Meskipun saya sama sekali tidak setuju dengan hasil pemilihan, dan faktanya seperti itu bagi saya, namun akan ada transisi secara tertib pada 20 Januari," tegas Trump dalam pernyataan tertulisnya, merujuk pada tanggal pelantikan Biden sebagai Presiden ke-46 AS, seperti dilansir CNN, Kamis (7/1/2021).

Lebih lanjut, Trump kembali melontarkan klaim-klaim keliru soal pilpres yang sebelumnya memicu aksi penyerbuan Gedung Capitol AS oleh para pendukungnya.

"Saya selalu mengatakan kita akan melanjutkan perjuangan kita untuk memastikan bahwa hanya suara sah yang dihitung. Meskipun ini merupakan akhir dari periode pertama terhebat dalam sejarah kepresidenan, ini hanyalah awal perjuangan kita untuk Membuat Amerika Hebat Lagi (Make America Great Again)," tegasnya.

Halaman

(hel/knv)