Megawati Bicara Benur: Kenapa Hanya karena Uang Kita Beri Milik Kita

Tiffanny Theresia - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 16:58 WIB
Screenshot Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri melalui aplikasi Zoom  (Dok. Istimewa).
Screenshot Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri melalui aplikasi Zoom. (Dok. Istimewa)
Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri bicara soal benur atau benih lobster di perairan Indonesia. Megawati menyayangkan ada pihak tertentu yang tega memberikan sumber daya laut Indonesia, yakni benur lobster, ke orang lain.

Awalnya, Megawati menyoroti soal kelestarian sumber daya alam dalam negeri. Mega berharap masyarakat dapat terus menjaga kelestarian alam.

"Lautannya diobrak-abrik. Yang namanya hanya karena masalah benur, aduh aku tuh kan lihat tuh, sudah halus, anak lobster kecil, paling besar segini, bening dia, aduh nggak kelihatan. Saya sampai mikir kenapa, maksud saya, hanya karena uang kita berikan milik kita sendiri loh. Sedih saya, sedih. Kepada orang lain," ujar Megawati dalam konferensi virtual, Kamis (7/1/2021).

Presiden ke-5 RI itu berharap Indonesia dapat membuat teknologi budi daya terkait benur lobster. "Masa nggak bisa bikin budi daya, teknologi dengan teknologi," tutur Megawati.

Lebih lanjut, Megawati menyarankan agar benur lobster tetap dibiarkan hidup bebas di laut. Setidaknya, dikatakan Megawati, hingga ada klasifikasi tertentu. Ia juga menilai tidak mungkin hanya kementerian terkait yang menjaga sumber daya alam terkait benur.

"Menurut saya sudah aja biar dia hidup di laut, senang-senang berenang sampai suatu saat ada klasifikasi, ukuran, ukuran yang boleh ditangkap itu. Nggak ada kita klasifikasi itu loh. Gimana ya, kok kecil sebenarnya. Nggak ada larang dan lain sebagaimananya, dan tidak bisa loh kalau Kementerian KLH yang urusi, never ever, tidak bisa. Orangnya tidak cukup untuk jaganya, padahal ada," ungkap Megawati.

Selain itu, Megawati mendesak masyarakat menjaga kelestarian alam. Ia tidak ingin generasi penerus bangsa tidak bisa lagi memanjat pohon hingga mengenali kacang kedelai di masa depan.

"Bagaimana kalau tidak ada kelestarian? Tidak ada kesinambungan dari kehidupan kita sendiri. Nanti kapan-kapan anak kita sudah nggak tahu yang namanya kedelai itu apa, anak-anak kita tidak pandai lagi memanjat pohon karena pohon yang mau dipanjat tidak ada," ujarnya.

"Cobalah, tersentuhlah untuk apa yang saya katakan ini. Kalau tidak dipelihara, kemungkinan bisa hilang," imbuh Megawati. (hel/gbr)