Cerita Tunawisma Terjaring Razia-Dibina di BRSEGP Pangudi Luhur Bekasi

Afzal Nur Iman - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 16:03 WIB
Irfansyah dan temannya terjaring razia tunawisma di Menteng, Jakpus dan dibawa ke balai milik Kemensos
Foto: Irfansyah dan temannya terjaring razia tunawisma di Menteng, Jakpus dan dibawa ke balai milik Kemensos (Afzal Nur Iman /detikcom)
Jakarta -

Tuna wisma yang terjaring razia di Jakarta, dibawa ke Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pemulung (BRSEGP) Pangudi Luhur, Bekasi milik Kementerian Sosial (Kemensos) untuk dibina. Menurut salah satu tunawisma, dia ditangkap di Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus) bersama sekitar sepuluh orang lainnya.

"Iya di situ, sedang duduk di situ, anu rombongan itu ditangkap 10 orang itu," ujar Irfansyah di BRSEGP Pangudi Luhur Bekasi, Komplek Depsos, Margahayu, Bekasi, Kamis (7/1/2020).

Ia dibawa ke BRSEGP setelah sebelumnya dibawa oleh Satpol PP ke GOR Tanah Abang untuk menjalani rapid test. Menjadi warga binaan BRSEGP merupakan pilihannya dan tanpa ada paksaan dari siapapun.

"Di sana sudah itu diambil tes, rapid test, udah dites terus diomongkan siapa yang mau gini, gini, gini. Kalau mau merubah nasib daripada hidup di jalanan lebih baik di Bekasi, ke daerah sini kan. Namanya juga keadaan saya udah tua kan, 50 ke atas. Kalau emang tujuannya memang bagus kan saya coba ke sini kan," ujarnya.

Irfansyah sudah setengah tahun ini berprofesi sebagai pemulung. Sebelumnya ia merupakan pedagang pakaian namun karena pandemi Corona, ia beralih profesi menjadi pemulung.

"Baru datang dulu itu di Tanah Abang, saya jualan di AURI, diajak teman kan, akhirnya sampai (pandemi) Corona, pertengahan Corona itu kan jualan sudah nggak bisa, dagangan habis, duit habis," begitu ceritanya hingga akhirnya ia memutuskan menjadi pemulung.

Irfansyah sudah mengadu nasib di Jakarta lebih dari setahun. Ia berasal dari Jambi dan berharap bisa kembali ke daerah asalnya.

"Sebenarnya kalau ada duit, saya juga ngomong, 'Bu, jangankan besok, jangankan lusa, hari ini saya diongkosin, cukup untuk ongkos, belikan lah saya tiket, saya pulang'," kata Irfan menjelaskan.

Irfansyah mengaku nyaman berada di Balai Rehabilitasi tersebut. Namun ia juga masih khawatir nasib ke depannya akan seperti apa setelah tidak berada di balai rehabilitasi tersebut.

"Kalau untuk makan, kehidupan di sini layak kan, tidur ya di sini kayaknya enak, makan juga dikasih. Cuma untuk keperluan lain tu nggak, nggak mungkin ada terus di sini kan," lanjutnya

BRSEGP Pangudi Luhur merupakan balai milik Kemensos. Di sini gelandangan dan pemulung akan dibina agar memiliki keterampilan yang berguna untuk penghidupannya.

Balai tersebut memiliki beberapa fasilitas keterampilan kerja seperti keterampilan las, montir motor, montir mobil, dan desain grafis, dan hidroponik.

(aud/aud)