Massa Trump Serbu Capitol, Komisi I DPR Imbau WNI di AS Tak Terprovokasi

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 10:42 WIB
Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid
Foto: Meutya Hafid (dok Golkar).
Jakarta -

Kongres pengesahan kemenangan Joe Biden pada Pilpres Amerika Serikat (AS) diwarnai aksi menyerbu Gedung Capitol oleh para pendukung Donald Trump. Komisi I DPR RI mengimbau WNI di AS untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.

"Mengimbau agar WNI kita di AS tetap tenang tidak terprovokasi dalam politik dalam negeri AS," kata Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid kepada wartawan, Kamis (7/1/2021).

Meutya menilai selama ini AS dianggap sebagai negara yang memiliki sikap demokrasi dan keamanan yang tinggi. Ia pun mengaku kaget serta menyayangkan aksi rusuh terjadi menimpa Gedung Capitol, AS.

"Terkejut dan amat menyayangkan hal tersebut dapat terjadi di AS. Saya rasa ini pertama dalam sejarah modern Amerika, negara yang dianggap memiliki nilai demokrasi dan security terbaik namun hari ini dunia melihat sebagian Gedung Capitol dapat diduduki aksi perusuh," ucapnya.

Ketua DPP Partai Golkar itu berharap kerusuhan di AS dapat segera diatasi. Sebab, menurut dia, aksi rusuh berpotensi mengganggu kerja sama AS dengan banyak negara, termasuk Indonesia.

"Mengharapkan agar Amerika Serikat dapat segera menangani kerusuhan politik yang terjadi, secara cepat. Karena stabilitas politik di AS jika berlarut dapat berpotensi mengganggu kerja sama dan relasi AS dengan dunia termasuk Indonesia," tutur Meutya.

Diberitakan sebelumnya, kongres pengesahan kemenangan Joe Biden pada Pilpres Amerika Serikat (AS) dihentikan sementara pada Rabu waktu setempat. Penghentian itu lantaran pendukung Presiden Donald Trump mencoba untuk melewati barikade polisi dan mencoba masuki Gedung Capitol setelah bentrok dengan polisi.

"Tanpa keberatan, menyatakan DPR berhenti untuk istirahat," kata anggota Kongres Jim McGovern, sambil mengetok palu saat teriakan keras dan gangguan terdengar di ruangan itu, seperti dilansir AFP, Kamis (7/1).

Kepala Departemen Kepolisian Metropolitan, Washington DC, Ropert Contee mengatakan sebanyak 13 orang ditangkap pada protes ricuh di Gedung Capitol, Amerika Serikat. Mereka yang ditangkap adalah perusuh.

"Kami melihat 13 penangkapan, saya harus menambahkan catatan yang sangat penting di sini bahwa tidak ada penangkapan terhadap warga DC, semua individu yang ditangkap semua dari luar, luar daerah," kata Contee dilansir CNN, Kamis (7/1).

Contee mengatakan beberapa petugas sedang dirawat karena cedera dan pihak berwenang telah menyita beberapa senjata saat kerusuhan terjadi di luar Capitol AS.

Kepolisian setempat juga menetapkan bahwa Gedung Capitol AS telah aman sesaat setelah pukul 17.30 waktu setempat. Sidang gabungan Kongres AS untuk mengesahkan kemenangan Biden dijadwalkan akan dilanjutkan kembali pukul 20.00 waktu setempat.

Simak video 'Ricuh di Capitol, Massa Trump Juga Serang Jurnalis':

[Gambas:Video 20detik]



(hel/gbr)