Pinangki: Andi Irfan Bilang Bisa Bantu Djoko Tjandra dengan Jaringannya

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 06 Jan 2021 19:18 WIB
Pinangki Sirna Malasari menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (23/9/2020). Dia didakwa menerima suap USD 500 ribu dari USD 1 juta yang dijanjikan oleh Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.
Pinangki Sirna Malasari (Muhammad Adimaja/Antara Foto)

Pinangki menyebut jaringan yang dimaksud Andi Irfan adalah jaringan terkait urusan kasus Djoko Tjandra. Namun dia mengaku tidak tahu siapa jaringan yang disebut Andi Irfan.

"Apakah jaringan itu dalam lingkup kejaksaan? Di Mahkamah Agung? Di DPR?" tanya hakim Eko.

"Saya kurang paham, Yang Mulia," jawab Pinangki.

"Apakah karena Irfan punya background politisi NasDem?" tanya hakim Eko lagi. Dalam hal ini, NasDem sudah memecat Irfan setelah yang bersangkutan menjadi tersangka.

Namun lagi-lagi Pinangki mengaku tidak paham. Hakim Eko pun mengaku kecewa dengan jawaban Pinangki, hakim Eko menilai tidak logis Pinangki tidak tahu padahal Pinangki mengaku sudah kenal lama dengan Andi Irfan.

"Di persidangan ini harus jelas. Tapi lucu juga kalau saudara nggak paham. Tapi kemudian membawa Irfan untuk dipercaya berurusan dengan Djoko Tjandra. Terus terang majelis bisa memahami saudara membawa Anita, karena dia advokat untuk membantu urusan Djoko Tjandra dalam bidang hukum. Nah sekarang Irfan ini dibawa dalam rangka apa, jaringan ini terkait dengan apa?" ucap hakim Eko.

"Ya bahasanya waktu itu dia (Andi Irfan) hanya mengatakan bisa dengan akses saya, dan jaringan saya. Saya sampaikan ke Pak Djoko dan Pak Djoko waku itu belum mengiyakan, sehari setelahnya, dia (Djoko Tjandra) mengatakan 'oke bawa saja ke sini'," kata Pinangki.

Dalam kasus ini, Pinangki didakwa menerima suap berkaitan upaya hukum fatwa MA Djoko Tjandra serta tindak pidana pencucian uang. Dia disebut jaksa menguasai USD 450 ribu yang diduga berasal dari Djoko Tjandra.

Jaksa menyatakan, pada 2019-2020, Pinangki, yang saat itu masih berdinas sebagai jaksa, menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaannya yang berasal dari kasus korupsi itu dengan cara menukarkan uang USD 337.600 di money changer atau senilai Rp 4,7 miliar.

Halaman

(zap/dkp)