Belum Ada Kepala Daerah di Maluku Nyatakan Siap Divaksin COVID-19

Muslimin Abbas - detikNews
Rabu, 06 Jan 2021 18:58 WIB
15 Ribu Vaksin Sinovac Tiba di Maluku.
Sebanyak 15 ribu vaksin Sinovac tiba di Maluku. (Muslimin Abbas/detikcom)
Ambon -

Sebanyak 15 ribu vaksin COVID-19 telah tiba di Maluku. Pada tahap awal ini, tenaga kesehatan akan jadi kelompok prioritas untuk menjalani vaksinasi COVID-19.

Juru bicara Gugus Tugas COVID-19 Maluku Adonia Rerung mengatakan tenaga kesehatan di Maluku wajib menjalani vaksinasi. Hingga saat ini pun tak ada laporan tenaga kesehatan menolak divaksinasi.

"Ada petugas yang tidak mau? Kita tidak bisa berandai, tapi Pak Presiden mengatakan tadi apakah itu hak apakah kewajiban. itu kewajiban. Tapi bagaimana kita mendorong tenaga-tenaga kesehatan yang merupakan line terdepan yang berhadapan langsung dengan pasien dan masyarakat mau divaksin," kata Adonia Rerung di lantai 6 kantor Gubernur Maluku, Rabu (6/1/2021).

"Apakah ada yang tidak mau? Sampai sekarang belum ada penolakan, sampai sekarang dari teman-teman tenaga kesehatan yang didata yang menyatakan diri menolak," tambahnya.

Sementara itu, Gugus Tugas COVID-19 Maluku belum mendapatkan konfirmasi kepala daerah di Maluku yang menyatakan bersedia menjadi orang pertama yang divaksinasi. Adonia mengatakan pihaknya masih melihat syarat-syarat soal vaksin.

Gubernur dan kepala daerah di 11 kabupaten/kota belum ada yang menyatakan secara terbuka siap divaksin COVID-19.

"Sampai sekarang belum ada kepala daerah yang terkonfirmasi apakah bersedia apa tidak. Tapi minimal kita lihat adalah syarat-syarat ditetapkan apakah memenuhi syarat dilakukan vaksinasi. Pak Presiden sudah menyatakan bahwa semua kepala daerah ikut dalam vaksinasi selagi memenuhi syarat," kata dia.

Dia mengatakan Gugus Tugas COVID-19 Maluku telah memberikan surat keputusan (SK) kepada fasilitas pelayanan yang ditunjuk jadi lokasi vaksinasi. Fasilitas kesehatan di 11 kabupaten/kota di Maluku yang telah ditunjuk tengah melakukan persiapan.

"Informasi hari ini semua kabupaten sudah punya SK penunjukan fasilitas pelayanan kesehatan yang dapat melakukan tindakan vaksinasi di daerah masing-masing, 11 kabupaten/kota sudah siap melakukan," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, vaksin tahap pertama untuk tenaga kesehatan di Maluku telah tiba di gedung Dinas Kesehatan Maluku. Ketua Harian Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Maluku Kasrul Selang mengatakan ada 15.120 yang diterima untuk tenaga kesehatan Maluku.

"(Sebanyak) 15.120 dosis yang ini semua sumber daya manusia (SDM) kesehatan untuk masyarakat belum kesehatan dulu," kata Kasrul di kantor Gubernur Maluku, Senin (4/1).

Penyuntikan vaksin Sinovac akan dilakukan pada 14 Januari 2021 dan diharapkan dilakukan secara bergiliran.

"Tahap pertama ini 15.120 botol untuk suntikan pertama, ini kan ada dua kali suntikan. Tahap pertama 14 hari berikutnya, tapi kita informasi ke kesehatan jangan semuanya," jelas Kasrul.

(jbr/jbr)