Cerita Teman Masa Kecil di Ambon soal Wamenkumham Eddy Hiariej

Muslimin Abbas - detikNews
Rabu, 23 Des 2020 16:02 WIB
Wamenkumham Eddy Hiariej (Foto: Andhika/detikcom)
Wamenkumham Eddy Hiariej (Andhika/detikcom)
Ambon - Edward Omar Sharif Hiariej resmi dilantik menjadi Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham). Pria yang akrab disapa Eddy Hiariej itu disebut sudah menguasai bahasa Belanda sejak kecil.

Cerita itu diungkapkan oleh teman semasa kecil Eddy Hiariej, M Hasbi Azis. Menurut Hasbi, Eddy Hiariej sudah menguasai bahasa Belanda sejak sekolah dasar. Dia belajar bahasa Belanda dari ayahnya.

"Bapaknya itu sering ajarin kita bahasa Belanda dan main volatile, sejak SD dari kecil lebih suka sejarah dan hukum dia kuat di situ, kita sering belajar sama-sama (almarhum) bapaknya ajarin tentang sejarah dan kewenangan negara gitu-gitu, dia menonjol di situ, ditambah penguasaan (bahasa) Belanda jadi dia belajar tentang hukum lebih cepat rata-rata literatur dalam bahasa Belanda," kata Hasbi saat dihubungi, Rabu (23/12/2020).

Hasbi mengatakan dulu Edward Omar Sharif Hiariej tak dipanggil Eddy, melainkan dipanggil dengan sapaan SH atau singkatan dari Sharif Hiariej.

"Di sekolah dasar (SD) dia bisa bahasa Belanda, apalagi nama belakangkan Edward Omar Sharif Hiariej biasa kita singkat Edy O SH waktu itu di sekolah latihan 2 SPD Ambon, baru SMP Negeri 3, dan SMA Negeri 1 Ambon," ujar Hasbi.

Hasbi dan Eddy berada dalam satu ruangan selama SD dan SMP. Namun keduanya pisah kelas saat SMA sebab Eddy masuk di fisika 1 dan Hasbi di fisika 2.

Kendati demikian, keduanya masih kerap bertemu di majelis taklim. Menurut Hasbi, Eddy cukup aktif di majelis taklim sekolah.

"Di SMA itu di fisika 1 saya di fisika 2 kita pisah kelas, kalau dulu waktu SD. SMP sama-sama SMA pisah kelas, kita sering main karena dekat cuma sering sama-sama, waktu SMP itu sama-sama di majelis taklim SMP dan SMA. Dia aktif di majelis taklim SMP dan SMA," ujar Hasbi.

Sejak kecil, Eddy dikenal sebagai murid teladan dan pernah juara cerdas cermat SD se-Ambon. Menurut Hasbi, Eddy sempat menjadi perwakilan murid teladan dari Maluku ke tingkat nasional dan sempat berfoto bersama Presiden RI ke-2, Soeharto.

Hasbi menuturkan ketertarikan Eddy di bidang hukum sudah terlihat sejak SMA. Eddy disebut senang dengan eks Jaksa Agung Ali Said.

"Waktu kecil paling senang dengan Ali Said (jaksa agung waktu 1973) kalau foto hampir sama-sama tinggi di rumahnya ada fotonya itu, waktu itu dia bilang kita fakultas hukum saja, tapi waktu itu bapaknya 'jangan jadi pengacara, jadi bela-bela orang, tuntut-tuntut orang'," cerita Hasbi.

Selain itu, sambung Hasbi, Eddy dikenal cerdas dalam bidang matematika dan IPA.

"Dia anak fisika kan dia kuat (cerdas) di matematika dan IPA tapi dia orang mendalami bidang hukum tapi lulusan eksakta. Dia anak baik-baik (tidak nakal) baik cuma dia vokal menyoroti bagaimana negara ke depan, waktu itu kita anggap dia bicara seumuran kita dia bicara terlalu tinggi, bicara tentang negara. Bagaimana mengayomi masyarakat dengan hukum sesuai dengan konstitusi bagi kita umur SMA itu bicara seperti di atas langit tetapi teman-teman yang di SMP sudah paham dia, kita panggil dia SH karena sudah pantas," ujar dia.

Sejak lulus dari SMAN 1 Ambon pada 1992, Eddy mendaftar ke Universitas Gadjah Mada. Namun Eddy tak langsung diterima sehingga dia mendaftar lagi di tahun berikutnya.

"SMA itu kita lulus '92, cuma masuk di UGM itu '93. Karena (percobaan tahun pertama) tidak lulus, dia nganggur 1 tahun dan terus ikuti bimbingan belajar di UGM tinggal sama kakaknya," imbuh dia. (knv/jbr)