Analisis Lapan soal Puing di Kalteng: Tak Sepenuhnya Meyakinkan Bekas Roket

Mochamad Zhacky - detikNews
Rabu, 06 Jan 2021 15:10 WIB
Polisi memaparkan di puing tersebut terdapat logo dan tulisan CNSA, yaitu singkatan dari China National Space Administration
Polisi memaparkan di puing tersebut terdapat logo dan tulisan CNSA. (dok. Polres Kotawaringin Barat)
Jakarta -

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) telah menganalisis puing-puing yang ditemukan di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng), yang disebut merupakan pecahan roket milik China. Berikut paparannya.

Pusat Sains Antariksa Lapan menerima laporan adanya benda buatan yang jatuh di Teluk Kramat, Kalteng, pada Selasa (5/1/2021) sore. Benda berukuran sekitar 3x4 meter tersebut jatuh sehari sebelumnya dan telah diperiksa oleh aparat Polri dan TNI setempat.

"Ada kemungkinan bahwa benda tersebut merupakan sampah antariksa yang berasosiasi dengan Roket Chang Zheng (Long March) milik Tiongkok yang digunakan untuk meluncurkan satelit Beidou 3-IGSO 3 pada tanggal 4 November 2019," tulis Lapan lewat website resminya, Rabu (6/1/2021).

Lapan lalu memaparkan analisis singkat yang telah dilakukan. Sistem pemantauan orbit.sains.lapan.go.id mendeteksi empat objek yang melintas di atas wilayah Indonesia dengan ketinggian rendah pada Senin (4/2021) pukul 14.01 WIB.

"Objek CZ-3B R/B yang memiliki nomor katalog NORAD 44710 merupakan objek dengan orbit lonjong yang mencapai ketinggian minimum (perigee) sekitar 121 kilometer di atas permukaan Bumi sementara ketinggian maksimumnya hampir 11.500 kilometer," ujarnya.

Model peluruhan orbit yang diadopsi memperkirakan bahwa bekas roket tersebut akan mengalami reentry dalam waktu dekat, yakni pada Maret 2021. Dengan input yang sedikit berbeda, model peluruhan tadi sempat memberikan prediksi reentry pada 4 Januari 2021.

"Simpangan waktu prediksi reentry tersebut wajar terjadi, terlebih untuk objek yang memiliki orbit lonjong. Berdasarkan pemantauan virtual orbit benda jatuh antariksa yang telah dilakukan, objek nomor 44710 dianggap sebagai benda antariksa yang paling mungkin jatuh di pesisir Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, pada tanggal 4 Januari 2021," ucapnya.

Berdasarkan foto yang diterima, lanjut Lapan, terdapat beberapa indikasi yang membantu identifikasi objek. Pertama, struktur yang ditemukan berbentuk segmen tabung kulit dengan diameter 3-5 meter.

"Di salah satu sisinya tergambar bendera Tiongkok serta logo China National Space Agency (CNSA) yang tampak sedikit terbakar. Segmen kulit tabung tersebut masih tampak berwarna putih dengan sedikit bekas terbakar di beberapa bagian. Foto diperoleh dari aparat (Polri dan TNI) setempat. Indikasi tersebut disertai analisis orbit yang disebutkan sebelumnya mengarah pada dugaan bahwa benda yang ditemukan merupakan bagian luar roket Chang Zheng 3B yang diluncurkan tanggal 4 November 2019 yang lalu," paparnya.

Simak video 'Bukan Pesawat, Puing di Perairan Kalteng Ternyata Pecahan Roket China':

[Gambas:Video 20detik]



Ada beberapa hal yang perlu menjadi catatan Lapan. Simak halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2