Polri Pastikan Tetap Ambil Peran soal Deradikalisasi Abu Bakar Ba'asyir

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 05 Jan 2021 18:34 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (5/1/2021).
Brigjen Rusdi Hartono (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba'asyir, akan bebas pekan ini. Polri memastikan akan tetap terlibat dalam proses deradikalisasi Ba'asyir.

"Yang jelas kita menghormati BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) melakukan tugasnya, dan juga tetap Polri mengambil peran di situ (deradikalisasi) bersama-sama nanti dengan BNPT," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (5/1/2021).

Rusdi menekankan Polri tak pernah menganggap remeh proses pembebasan terpidana yang dituduh menjadi dalang peristiwa ledakan bom Bali pada 2002 ini. Untuk itu, Polri akan mengerahkan personelnya dalam mengawal kepulangan Ba'asyir.

"Prinsip kerja Polri adalah tidak boleh underestimate. Itu yang digunakan. Situasi apapun akan dinilai, situasi apapun diidentifikasi dan diprediksi hal-hal yang mungkin akan muncul," jelasnya.

"Setelah muncul prediksi tersebut, dipersiapkan cara-cara bertindak yang tepat, termasuk juga menjelang kebebasan dari ABB. Sekali lagi, polisi tidak underestimate segala sesuatunya dipersiapkan sejarah matang seperti itu," lanjutnya.

Seperti diketahui, Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat memastikan Abu Bakar Ba'asyir akan bebas pada 8 Januari 2021. Terpidana kasus terorisme itu bebas murni setelah menjalani 15 tahun penjara.

"Jadi menyangkut pembebasan ABB (Abu Bakar Ba'asyir) memang direncanakan tanggal 8 Januari 2021, hari Jumat," ujar Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jawa Barat Imam Suyudi saat ditemui di Kantor Kemenkum HAM Jabar, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Senin (4/1).

Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi memperingatkan agar tidak ada penjemputan Abu Bakar Ba'asyir yang mengakibatkan kerumunan. Ia mengaku tidak ada pengamanan khusus terkait kepulangan ABu Bakar Ba'asyir. Namun jajarannya akan membuat Pos Gugus Tugas yang berisi anggota TNI, Polri, dan Satpol PP untuk mengantisipasi atau menindak kerumunan.

"Bila ada kerumunan saat penjemputan segera bubarkan, berikan imbauan kepada pengikutnya agar tidak melakukan penjemputan," kata Luthfi dalam keterangan tertulis, Senin (4/1).

"Tidak ada pengamanan khusus terhadap bebasnya Abu Bakar Ba'asyir, namun kami mengingatkan pada para penjemput harus patuhi prokes. Tim Gugus COVID akan bertindak tegas," sambungnya.

(zak/zak)