2 Perwira Polresta Samarinda Meninggal Akibat COVID-19

Suriyatman - detikNews
Kamis, 31 Des 2020 16:55 WIB
Ilustrasi: Petugas Puskesmas berbaju hazmat memeriksa warga. (Danu Damarjati/detikcom)
Ilustrasi: Petugas kesehatan berbaju hazmat memeriksa pasien Corona. (Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta -

Penyebaran COVID-19 di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) masih cukup tinggi. Dua perwira di Polresta Samarinda dilaporkan meninggal dunia akibat terpapar COVID-19.

"Dua perwira kami meninggal dunia akibat COVID-19, bahkan saya sendiri sempat terpapar, namun karena penanganan yang cepat akhirnya bisa selamat," kata Kapolresta Samarinda, Kombes Arif Budiman, kepada detikcom, Kamis (31/12/2020).

"Di Polresta Samarinda sedikitnya ada 80 petugas yang terkonfirmasi selama 2020, saat ini hanya tersisa 6 orang (yang masih positif COVID-19) dan saat ini menjalani isolasi mandiri," tambahnya.

Dia mengatakan tugas keseharian anggota kepolisian, memang tidak bisa terlepaskan dari interaksi langsung dengan masyarakat. Dia mengingatkan anggota untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seketat mungkin untuk mencegah penularan COVID-19.

"Saya ini kalau dihitung bisa mandi 9 kali sehari, apalagi kalau ada kegiatan di luar. Boleh ditanya anggota saya, yang paling patuh menjalankan protokol kesehatan namun saya kena juga. Saya tidak tahu kenanya di mana," kata Arif.

Arif mengatakan dirinya sudah dinyatakan negatif COVID-19 dan menjalani isolasi mandiri sekitar 14 hari. Saat ini dia telah dinyatakan sembuh.

"Dan saya bisa kembali tugas seperti biasa. Jadi, saya mohon maaf kalau saya selama ini membatasi diri. Jangan sampai teman-teman juga kena," kata Arif.

Pada kesempatan itu Arif mengingatkan semua personelnya, terus menjaga imunitas. "Paling penting tidak banyak marah-marah, imun turun. Saya minta anggota, kalau kondisi lagi tidak fit, silakan WFH (work from home)," kata Arif.

"Personel yang melakukan isolasi mandiri, saya pantau dengan video call, agar saya tahu kondisinya, saya mau datangi saya takut juga nanti tertular," tutup Arif.

(jbr/jbr)