Polri: Perusahaan Illegal Logging di Kalteng Jual Kayu ke Surabaya

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 30 Des 2020 23:44 WIB
Aksi perambahan hutan (illegal logging) secara besar-besaran marak di Kabupaten Siak, Riau. Ratusan batang kayu alam banyak ditemukan di sepanjang sungai.
Ilustrasi Illegal Logging/Gambar tidak berkaitan dengan artikel (Chaidir Anwar Tanjung/detikcom)
Jakarta -

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipiter) Bareskrim Polri mengungkap kasus penebangan hutan secara liar atau illegal logging yang dilakukan sebuah perusahaan kayu di Kalimantan Tengah (Kalteng). Perusahaan yang dimaksud adalah UD Karya Abadi yang menjual kayu hasil penebangan ilegal dari Kalteng ke daerah Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

"Dalam pengembangan penyidikan, jadi pelaku mulai beraktivitas dari tempat yang kita tetapkan dari 2015 sampai saat ini apakah selama ini kayu dari Kalteng dikirim melalui pelabuhan Banjarmasin, diterima oleh para penerima di Surabaya," kaya Kasubdit 3 Dittipiter Bareskrim Polri, Kombes Kurniadi saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (30/12/2020).

Kurniadi menuturkan tim penyidik masih melakukan pendalaman. Pendalaman kata Kurniadi dilakukan untuk mengetahui apakah kayu yang dikirim tersebut masuk kategori jenis kayu impor atau ekspor.

"Dipilah apa ada masuk kayu ekspor atau lokal. Itu kita lakukan penyidikan jalan terus berkembang," tuturnya.

Lebih lanjut Kurniadi belum dapat memastikan berapa kerugian negara yang ditimbulkan akibat penebangan secara liar tersebut. Namun Kurniadi menyebut ada sebanyak 380 kubik kayu telah disita untuk selanjutnya dilakukan perhitungan oleh pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk dihitung jumlah kerugian negara.

"Kami saat ini belum bisa menentukan angkanya dari barang bukti yang disita sebanyak 380 kubik akan ditentukan KLHK berapa area yang dirusak selama ini. Ini akan bisa dihitung kerugian kayu dan lingkungan. Sampai saat ini belum bisa kita tentukan," imbuhnya.

Dalam kasus ini, Bareskrim menetapkan seorang pria berinisial RSP sebagai tersangka kasus penebangan hutan liar. RSP merupakan pemilik industri UD Karya Abadi dan Kawus Masauh.

"Terkait penegakan hukum illegal logging penebangan liar di Kalimantan Tengah. Apa yang terjadi di sana tindak pidana kehutanan yang dilakukan oleh korporasi dengan cara memuat membongkar mengeluarkan, mengangkut, menguasai dan atau memiliki hasil pengembangan di hutan tanpa perizinan. Pelaku kita sudah lakukan upaya tindakan hukum untuk penangkapan inisial RPS (52) pimpinan UD Karya Abadi," kata Kurniadi.

Selanjutnya
Halaman
1 2