Round-Up

Pro Kontra RI Tutup Pintu Masuk Bagi WNA Per 1 Januari

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 30 Des 2020 07:15 WIB
Kasus varian COVID-19 yang lebih menular ditemukan di Jepang. Akibatnya warga asing non-residen dilarang masuk ke Jepang hingga akhir Januari 2021 mendatang.
Foto: Ilustrasi kedatangan (AP Photo/Koji Sasahara)
Jakarta -

Keputusan pemerintah menutup pintu masuk bagi warga negara asing (WNA) terhitung sejak 1 Januari 2021 menuai pro dan kontra. Setidaknya ada Komisi I DPR RI dan sejumlah partai yang merespons keputusan penutupan akses bagi WNA ini.

Kebijakan penutupan akses bagi WNA diputuskan dalam rapat kabinet terbatas yang digelar pada 28 Desember 2020. Diputuskan dalam rapat kabinet yang membahas terkait pencegahan penyebaran strain virus Corona (COVID-19) baru, yang disebut lebih menular.

Pada hari yang sama Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi mengumumkan dalam konferensi pers yang digelar virtual. Penutupan pintu masuk bagi WNA ini terhitung mulai 1-14 Januari 2021.

"Rapat kabinet terbatas 28 Desember 2020 memutuskan menutup sementara, untuk menutup sementara, dari tanggal 1 sampai 14 Januari 2021, masuknya warga negara asing atau WNA dari semua negara ke Indonesia," kata Retno dalam jumpa pers yang ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden (Setpres), Senin (28/12).

Retno MarsudiRetno Marsudi (Foto: KPCPEN)

Lalu, bagaimana dengan WNA yang tiba sejak keputusan penutupan ini diberlakukan hingga 31 Desember 2020 mendatang? Retno menyebut sesuai dengan aturan yang ada.

"Untuk WNA yang tiba di Indonesia pada hari ini sampai 31 Desember 2020, maka diberlakukan aturan sesuai ketentuan," sebut Retno.

Namun ada pengecualian dari kebijakan penutupan akses bagi WNA ini. Pengecualian diberikan terhadap WNA yang memiliki jabatan di pemerintahan negara terkait, minimal setingkat menteri. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Lantas, partai apa yang pro dan yang kontra dengan kebijakan penutupan ini? Simak di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3