Belum Terdeteksi di Indonesia, Ini Saran Epidemiolog Cegah Varian Baru Corona

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 28 Des 2020 20:27 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Surabaya -

Varian baru COVID-19 atau B117 dengan penyebaran lebih cepat teridentifikasi dari Inggris dan telah menyebar di sejumlah negara Asia. Lalu apa kata epidemiologi terkait pencegahan virus tersebut agar tak masuk ke Indonesia?

Epidemiologi Universitas Airlangga Windu Purnomo mengatakan varian baru virus Corona hingga saat ini belum terdeteksi. Meski begitu, tak salah jika pemerintah harus berani menutup pintu-pintu masuk seperti bandara dan pelabuhan.

"Harus kita antisipasi. Tapi kurang cepet. Jangan seperti sekarang ini. Saya dengar Batam saja yang dekat dengan Singapura yang warganya membawa virus dari Inggris tapi pintu masuk di pelabuhan Batam masih terbuka," ujar Windu kepada detikcom, Senin (28/11/2020).

"Jadi artinya kita ini selalu lamban. Dulu ya gitu. Negara lain sudah ada COVID kita malah membuka pariwisata didiskon dan sebagainya. Ini pintu-pintu (bandara dan pelabuhan) harus segera ditutup," tambah Whindu.

Tak hanya itu, Windu juga menyarankan untuk sementara waktu warga negara asing (WNA) agar dilarang masuk ke dalam negeri. Kalaupun memang harus masuk, maka orang tersebut harus menjalani masa karantina selama 14 hari.

Jangan sampai ada warga negara dari luar yang sudah terpapar virus jangan sampai masuk ke Indonesia. Kecuali kalau warga kita pulang ya oke lah. Tapi kalau dia datang dia harus dikarantina. Ya minimal 14 hari," tegasnya.