Pimpinan DPR: Varian Baru Corona Sangat Ganas, Pemerintah Harus Aktif Tracing

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 29 Des 2020 12:37 WIB
Ilustrasi virus Corona
Ilustrasi (Foto: Dok. National Institute of Allergy and Infectious Diseases)
Jakarta -

Menlu RI Retno Marsudi mengumumkan penutupan akses masuk selama 2 minggu bagi warga negara asing (WNA) ke Tanah Air. Pimpinan DPR RI menyambut baik kebijakan pemerintah itu.

"Penutupan akses WNA. Setuju untuk mencegah penyebaran COVID," kata Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin kepada wartawan, Selasa (29/12/2020).

Azis juga menyoroti kehadiran varian baru virus Corona yang sudah mulai menyebar ke berbagai negara. Dia menilai varian baru Corona tersebut sangat ganas dan cepat menyebar.

"Varian ini sangat ganas, menyebar sangat cepat dan varian ini menyerang receptor binding domain (RBD)," ucap Waketum Partai Golkar itu.

Karena itu, Azis pun mendorong agar pemerintah aktif melakukan tracing. Khususnya, terhadap WNA dan WNI yang memasuki ke Indonesia.

"Maka DPR mendesak agar pemerintah aktif melakukan contact tracing terhadap WNA maupun WNI yang baru-baru ini memasuki Indonesia dari luar negeri, khususnya dari Inggris dan Eropa" ujar Azis.

Azis juga menyebut ancaman varian virus baru Corona adalah hal yang nyata. Dia mengimbau masyarakat agar semakin mematuhi protokol kesehatan.

"Ancaman varian baru COVID-19 yang semula ditemukan di Inggris adalah nyata. Saya memohon agar masyarakat dapat menanggapi hal ini dengan serius dan bersungguh-sungguh dalam penerapan protokol kesehatan" ujar Azis.

Dihubungi secara terpisah, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan hal serupa. Ia menilai kebijakan yang diambil pemerintah sudah tepat.

"Tindakan yang dilakukan pemerintah sudah tepat untuk preventif pencegahan masuk virus tersebut dari luar," kata Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan, Selasa (29/12).