Round-Up

DPR Dukung Pintu RI Ditutup demi Cegah Corona Masuk Usai Tahun Baru

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 29 Des 2020 19:31 WIB
Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) resmi melayani penerbangan internasional, Senin (1/5/2017). Garuda Indonesia jadi maskapai pertama yang melayani penerbangan rute luar negeri di terminal yang sebelumnya bernama Terminal 3 Ultimate tersebut.
Ilustrasi/Terminal 3 Bandara Soetta (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Warga negara asing (WNA) dilarang ke Indonesia per 1 Januari 2021 demi mencegah strain virus Corona (COVID-19) baru yang disebut lebih menular. Keputusan pemerintah didukung kalangan Senayan.

Keputusan tersebut awalnya disampaikan Menlu Retno Marsudi dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Setpres, Senin (28/12/2020).

Pemerintah Indonesia menggelar rapat terkait strain virus Corona baru yang disebut lebih menular. Indonesia menutup pintu bagi WNA atau warga negara asing mulai 1 sampai 14 Januari 2021.

"Rapat kabinet terbatas 28 Desember 2020 memutuskan menutup sementara, untuk menutup sementara, dari tanggal 1 sampai 14 Januari 2021, masuknya warga negara asing atau WNA dari semua negara ke Indonesia," kata Retno.

Untuk WNA yang tiba di RI mulai hari ini hingga 31 Desember 2020, pemerintah akan memberlakukan sejumlah aturan.

"Untuk WNA yang tiba di Indonesia pada hari ini sampai 31 Desember 2020, maka diberlakukan aturan sesuai ketentuan," kata Retno.

Namun terdapat pengecualian bagi WNA yang bisa masuk ke Indonesia. Retno mengatakan pengecualian ini diberlakukan bagi pejabat setingkat menteri yang akan melakukan kunjungan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Keputusan pemerintah itu menuai dukungan sejumlah anggota DPR. Berikut suara Dewan:

Komisi I DPR: RI Tutup Pintu bagi WNA Tepat Sekali

Ketua Komisi DPR I Meutya Hafid menilai kebijakan Pemerintah Indonesia menutup pintu masuk bagi warga negara asing tepat sebagai langkah antisipasi peningkatan penyebaran virus Corona di Eropa.

"Saya rasa tepat sekali. Kita mencermati dalam skala global ada peningkatan penyebaran COVID-19 di sebagian besar negara Inggris dan Eropa tidak terkecuali, juga negara-negara lain. Jadi sudah tepat untuk menutup lebih dahulu terhadap WNA," kata Meutya Hafid kepada wartawan, Selasa (29/12/2020).

Meutya menilai penutupan akses masuk terhadap WNA selama 14 hari itu merupakan waktu yang cukup untuk melakukan evaluasi. Ia menilai kebijakan itu dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan dan situasi.