Round-Up

Kalbar Tetap Sanksi Batik Air karena Tak Mau Dianggap Toleransi Pelanggar

Tim detikcom - detikNews
Senin, 28 Des 2020 21:00 WIB
Gubernur Kalbar Sutarmidji
Foto: Dok APPSI

Keputusan Sutarmidji ini pun didukung oleh DPR RI. Komisi IX DPR RI memuji sikap Sutarmidji.

"Saya kira itu keputusan bagus," ujar anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati kepada detikcom, Sabtu (26/12/2020).

Menurut Kurniasih, kebijakan itu harus diterima maskapai Batik Air sebagai konsekuensi 'mengangkut' 5 penumpang yang positif Corona. Ia menegaskan seluruh maskapai di Indonesia harus taat protokol kesehatan.

"Semua maskapai harus disiplin prokes (protokol kesehatan) dan SOP yang berlaku," terangnya.

Larangan ini bermula saat adanya temuan penumpang positif COVID-19 di maskapai Batik Air. Berdasarkan temuan, dari 20 orang yang dilakukan pemeriksaan swab, ditemukan lima orang yang dinyatakan positif.

"Salah satu maskapai dari 20 orang yang di-swab, ada lima yang positif. Indikasinya surat keterangan yang mereka bawa itu palsu. Kita sudah koordinasi ke Angkasa Pura, dengan KKP Bandara, semua lepas tanggung jawab. Untuk itu, kita putuskan maskapai yang bersangkutan tidak boleh bawa penumpang ke Pontianak selama 10 hari," tulis Sutarmidji di laman Facebook pribadinya, seperti dikutip pada Jumat (25/12).

"Sebagai Ketua Satgas, saya akan ketat dan masuk Kalbar sampai dengan tanggal 8 Januari 2021 harus dengan surat bebas COVID melalui tes swab PCR," tambahnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3