PAN Apresiasi Gubernur Kalbar Bongkar Suket Palsu Penumpang Batik Air

Isal Mawardi - detikNews
Minggu, 27 Des 2020 08:40 WIB
Saleh Daulay
Saleh Daulay (Foto: Tsarina/detikcom)
Pontianak -

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Surtamidji melarang maskapai Batik Air terbang ke Pontianak usai ada temuan 5 penumpang positif Corona yang menggunakan surat keterangan (suket) palsu. PAN mengapresiasi langkah Surtamidji dalam membongkar praktik pemalsuan suket ini.

"Kita tetap mengapresiasi Gubernur karena dengan begitu kita, terbuka mata semua pihak terkait dengan adanya pemalsuan-pemalsuan seperti ini," ujar Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay ketika dihubungi detikcom, Sabtu (26/12/2020).

Legislator yang membidangi isu kesehatan di Komisi IX DPR RI ini juga mengapresiasi kebijakan terkait pelarangan Batik Air terbang ke Pontianak. Menurutnya hal itu sebagai langkah tegas Surtamidji melindungi rakyat Kalbar.

"Kita mengapresiasi kebijakan yang dikeluarkan oleh Gubernur Kalbar terkait dengan upaya preventif melindungi masyarakat agar tidak terpapar COVID-19," ucap Saleh.

Meski begitu, ia meminta Surtamidji untuk mencermati dan menyelidiki lebih lanjut atas temuan ini. Apakah yang salah murni dari maskapai Batik Air atau karena penumpangnya.

"Kalau yang melakukan upaya pemalsuan itu adalah penumpang ini kan serius itu kan pemalsuan dan ada pidananya. Karena itu menurut saya Gubernur harus meneliti dulu," imbuh Saleh.

Ia meminta kepada pihak bandara untuk memperketat pemeriksaan surat-surat kesehatan penumpang. Hal itu agar kejadian serupa tidak terulang.

Sebelumnya, Gubernur Kalbar Sutarmidji melarang maskapai Batik Air terbang ke Pontianak hingga 10 hari ke depan, per 24 Desember 2020 menyusul temuan 5 penumpang positif COVID-19 di maskapai tersebut.

"Salah satu maskapai dari 20 orang yang di-swab, ada lima yang positif. Indikasinya surat keterangan yang mereka bawa itu palsu. Kita sudah koordinasi ke Angkasa Pura, dengan KKP Bandara, semua lepas tanggung jawab. Untuk itu, kita putuskan maskapai yang bersangkutan tidak boleh bawa penumpang ke Pontianak selama 10 hari," tulis Sutarmidji di laman Facebook pribadinya, seperti dikutip Jumat (25/12).

"Sebagai Ketua Satgas, saya akan ketat dan masuk Kalbar sampai dengan tanggal 8 Januari 2021 harus dengan surat bebas COVID melalui tes swab PCR," tambahnya.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2