Kekerasan terhadap Anak di Banda Aceh Meningkat, Banyak Pelaku Orang Dekat

Agus Setyadi - detikNews
Senin, 28 Des 2020 16:17 WIB
Konferensi pers di Polresta Banda Aceh (Agus Setyadi-detikcom)
Konferensi pers di Polresta Banda Aceh kasus ayah di Aceh Besar 4 kali perkosa anak sejak 2015. (Agus Setyadi/detikcom)
Banda Aceh -

Kasus kekerasan terhadap anak di Banda Aceh, Aceh, mengalami peningkatan selama 2020. Para pelaku kekerasan kebanyakan orang terdekat korban.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh AKP M Ryan Citra Yudha mengatakan kasus kekerasan terhadap anak pada 2020 sebanyak 32 kasus atau mengalami peningkatan 11 kasus. Kasus kekerasan yang ditangani polisi beragam antara lain pelecehan seksual serta penganiayaan.

"Tahun 2019 lalu terjadi 21 kasus, tahun ini 32 kasus. Pelakunya orang terdekat, paman, bapak tiri, pacar, dan lain-lain," kata Ryan saat dikonfirmasi, Senin (28/12/2020).

Ryan menjelaskan, dari kasus tersebut, 11 kasus di antaranya sudah dilimpahkan ke pengadilan dan 14 kasus dihentikan (SP3). Sementara sisanya masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

"Ada yang berkas sudah lengkap tapi belum tahap 2. Untuk kasus yang di-SP3 itu ada yang diversi dan ada juga yang selesai secara kekeluargaan," ujar Ryan.

Untuk mencegah kasus kekerasan, Ryan menyarankan orang tua memberi pemahaman kepada anak tentang pentingnya melindungi diri. Selain itu perlu menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.

"Diperlukan juga memberikan penyuluhan dan pemahaman pada masyarakat untuk lebih peka dan melaporkan pada pihak berwajib apabila mengetahui terjadinya pidana khususnya terhadap anak. Selain itu juga menjatuhkan hukuman yang berat bagi pelaku untuk memberikan efek jera," jelas Ryan.

Secara umum, Polresta Banda Aceh mencatat ada 1.382 kasus kriminal yang terjadi di Banda Aceh sepanjang 2020. Kasus terbanyak yang ditangani polisi adalah pencurian sepeda motor serta narkoba.

"Jumlah kasus kriminalitas pada 2020 terjadi penurunan sekitar 12,49%. Perbandingan itu, yaitu pada tahun 2019 terjadi 1.537 kasus dan tahun ini turun menjadi 1.382 kasus," kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Trisno Riyanto.

Trisno mengatakan 1.051 kasus sudah dituntaskan penyidikannya oleh polisi. Trisno mengatakan ada penurunan rentang waktu tindak kriminal di Banda Aceh.

"Kriminalitas menurut waktu pada tahun 2020, yaitu 6 jam 1 menit 1 detik. Artinya, setiap 6 jam terjadi satu kasus kriminalitas di Banda Aceh," jelas Trisno.

(agse/jbr)