Soal Pencabulan Siswi, Komnas Perempuan Singgung Sistem Rekrut Guru di DKI

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 28 Des 2020 08:50 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Jakarta -

Seorang guru di sebuah SMP di Jakarta Barat (Jakbar) berinisial AM (32) mencabuli muridnya selama 3 tahun. Komnas Perempuan menyinggung terkait sistem perekrutan guru di DKI Jakarta yang juga menjadi tanggung jawab Pemprov DKI.

Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi mengatakan sebaiknya Pemprov DKI Jakarta membangun sistem perekrutan guru yang baik. Menurutnya, berawal dari sistem merekrut guru yang baik dapat mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap murid di sekolah.

"Ini juga menjadi tanggung jawab Pemda Provinsi DKI Jakarta, khususnya dengan sistem pencegahan dengan membangun sistem rekrutmen guru atau petugas yang berelasi dan/atau berinteraksi dengan anak-anak memiliki jejak rekam bebas dari kekerasan seksual dan melakukan pengawasan berkala terhadap seluruh pegawai (ASN)," kata Siti kepada wartawan, Minggu (27/12/2020).

Dia menghormati proses hukum yang tengah berjalan. Dia berharap polisi dapat memeriksa secara menyeluruh terkait kasus tersebut, khususnya penderitaan yang dialami korban karena kekerasan seksual itu.

"Sebagai korban kekerasan seksual yang berdampak membawa trauma, kehilangan harga diri, dan pengurangan pemenuhan haknya sebagai anak dan perempuan. Apalagi terjadi kepada korban yang masih berusia anak, terjadi berulang kali, dan dalam kurun waktu yang lama. Padahal di usia ini korban membutuhkan perlindungan dari kekerasan agar dapat optimal untuk kelangsungan hidup, tumbuh, dan kembangnya," ujar Siti.

Siti mengungkap kasus pencabulan guru kepada siswinya terjadi karena pelaku menggunakan relasi kekuasaannya sebagai orang dewasa terhadap anak dan sebagai guru terhadap murid. Menurutnya, murid perempuan memiliki kerentanan menjadi korban seksual.

"Karenanya, kami meminta penyidik bekerjasama dengan lembaga penyedia layanan, untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan pada setiap tingkat pemeriksaan, dan dapat mengakses layanan korban untuk pemulihan fisik, psikis dan psikososialnya," katanya.

Lihat juga video 'Guru Honorer di Pinrang Tega Cabuli Siswi di Sekolah':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya....