Kasus Guru Olahraga Cabuli Siswi 3 Tahun, KPAI Pesan Ini ke Ortu

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 28 Des 2020 08:41 WIB
Ketua KPAI Dr Susanto MA
Ketua KPAI Susanto (Foto: dok. 20detik)
Jakarta -

Seorang guru di sebuah SMP di Jakarta Barat (Jakbar) berinisial AM (32) mencabuli muridnya selama 3 tahun. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) angkat bicara dengan memberikan wejangan kepada orang tua agar anak tidak mudah terkena bujuk rayu para pelaku kekerasan seksual.

Ketua KPAI Susanto meminta orang tua meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas anak. Tak hanya itu, literasi anak pun perlu ditingkatkan pengawasannya.

"Kami mengimbau kepada orang tua agar meningkatkan kewaspadaan, pantauan, dan literasi agar anak tidak rentan dibujuk rayu atau jadi sasaran kekerasan seksual oleh pelaku, siapa pun pelakunya," kata Susanto, kepada wartawan, Minggu (27/12/2020).

Terkait kasus guru olahraga di Jakbar mencabuli siswinya, Susanto meminta pelaku dihukum berat. Menurutnya, pencabulan terhadap anak tak dapat ditoleransi atas alasan apa pun.

"Figur guru (seharusnya) selain sebagai pengajar, pendidik sekaligus sebagai teladan dan pelindung bagi anak," ujar Susanto.

Sebelumnya, seorang guru honorer berinisial AM (32) di salah satu SMP di Jakbar ditangkap atas dugaan mencabuli muridnya sendiri. Aksi pencabulan tersebut sudah berlangsung selama 3 tahun dan baru terungkap awal Desember 2020.

Kasat Reskrim Polres Jakbar Kompol Teuku Arsya menjelaskan, AM adalah seorang guru olahraga di sekolah tersebut. Kala itu, korban masih berusia 13 tahun.

"Jadi Saudara AM ini guru honorer di salah satu SMP, dia mengajar olahraga. Dia kenal sama korban ini pada waktu itu umur sekitar 13 tahun," ujar Arsya kepada detikcom, Sabtu (26/12).

Akibat perbuatannya tersebut, AM ditahan di Polres Jakbar. Ia dikenai Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

(fas/gbr)