Seorang Nelayan di Tolitoli Sulteng Hilang Diterkam Buaya saat Mancing Ikan

M. Qadri - detikNews
Senin, 28 Des 2020 01:05 WIB
Terjun bebas masuk jurang.  
dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
ilustrasi tenggelam (Foto: Dikhy Sasra)
Jakarta -

Seorang nelayan di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah kembali menjadi korban keganasan buaya muara yang berkembang biak di sepanjang pesisir pantai di Kecamatan Ogodeide. Nelayan tersebut hilang karena diterkam dan diseret ke dalam laut oleh buaya muara ketika memancing ikan dengan tombak.

Kapolsek Ogodeide, Iptu Dicky Sutardjo mengatakan korban bernama Iwan (40), seorang nelayan asal Desa Muara Besar, Ogodeide, Tolitoli. Dari hasil keterangan sejumlah saksi mata, bahwa aksi buaya muara yang menerkam korban sangat cepat sehingga korban tak bisa untuk diselamatkan.

"Kejadian itu terjadi Sabtu (26/12) malam. Korban memancing ikan dengan menggunakan tombak bersama dua orang rekan nelayan di sekitar 100 meter dari permukaan tepi pantai. Hasil keterangan saksi bahwa buaya muara tersebut cukup besar, senter kepala yang digunakan korban tampak berputar-putar dan kemudian ditarik ke dalam laut."ungkap Iptu Dicky Sutardjo kepada detikcom pada Minggu (27/12/2020) malam.

Seorang Nelayan di Tolitoli Hilang Diterkam Buaya saat Mancing IkanProses Pencarian Seorang Nelayan di Tolitoli Hilang Diterkam Buaya saat Mancing Ikan Foto: dok. istimewa

Atas kejadian tersebut, sejumlah pihak terkait membentuk tim SAR untuk melakukan pencarian terhadap korban di sepanjang pesisir pantai Ogodeide. Menurut Iptu Dicky, pencarian dilakukan sejak Minggu dini hari oleh warga di sekitar kejadian tersebut.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Kota Palu, Andreas Johanes mengatakan bahwa pencarian korban diberhentikan sore tadi dan akan dilanjutkan besok pagi. Adapun unsur yang terlibat dalam pencarian korban adalah personil Unit Siaga SAR Tolitoli, SAR Polsek Ogodide, TNI dan masyarakat setempat.

"Pencarian dihari pertama cuaca cukup baik, namun belum membuahkan hasil. Kami memutuskan untuk pencarian diberhentikan ketika memasuki waktu agak terlalu sore, karena untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan dari sejumlah buaya muara yang berkembang biak di laut."ucap Andreas.

Diketahui sepanjang tahun 2020, warga di Kabupaten Tolitoli yang menjadi korban terkaman buaya muara, sudah terjadi lebih dari 5 kali.

(ibh/ibh)