Warga Dilarang Renang di Teluk Palu Usai Pria Diserang Buaya Saat Terapi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 16 Des 2020 16:51 WIB
Palu -

Rambu larangan berenang dipasang di Pantai Teluk Palu atau Pantai Talise, Sulawesi Tengah (Sulteng). Larangan ini dibuat setelah ada pria yang nyaris putus tangannya akibat diterkam buaya muara.

Dilansir dari Antara, Rabu (16/12/2020), Kapolres Palu AKBP Riza Faisal mengatakan rambu larangan berenang dipasang agar warga tak lagi berenang di perairan tersebut.

Sementara itu, Paur Humas Polres Palu Aipda Kadek Aruna mengatakan ada 40 spanduk berisi larangan berenang di Pantai Teluk Palu yang dipasang di berbagai titik.

"Dipasang sepanjang Taman Ria, anjungan, dan timbang pasir dari jembatan Gusti Ngurah Rai sampai jembatan satu," kata Aipda Kadek.

Diberitakan sebelumnya, tangan warga Palu, Sulteng, Aris Tasmuri alias Ateng (49), nyaris putus lantaran disambar buaya saat mandi terapi air laut di Teluk Palu. Namun, setelah dioperasi, tangan kanan Aris dapat tersambung kembali.

"Ya (berhasil disambung tim dokter), dioperasi di Undata Palu. Selesai operasi kemarin. Mudah-mudahan kembali pulih. Saat ini masih dalam perawatan," kata Kasatgas Pencarian Buaya dari BKSDA Sulteng, Haruna, saat dihubungi, Senin (14/12).

Dia mengatakan Aris langsung dioperasi setelah diterkam buaya pada Minggu (13/12). Dia menjelaskan, di sepanjang Sungai Palu hingga Teluk Palu memang banyak buaya. Meski begitu, masih banyak warga yang beraktivitas di sepanjang aliran sungai hingga muara.

Video warga berkerumun di dekat seekor buaya yang sedang berjemur pun sempat viral. Haruna membenarkan video tersebut diambil di Sungai Palu.

"Ya (video itu) di Palu juga. Itulah, karena viral, staf kami turun untuk mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati buaya bila berjemur. Kadang mereka memegang, memberi makan," kata dia.

(jbr/idh)