News of the Week: Aroma Capres 2024 di Balik Reshuffle Kabinet Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 27 Des 2020 10:46 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi mengenalkan 6 menteri barunya dalam reshuffle kabinet pertama Jokowi-Maruf untuk Kabinet Indonesia Maju.
Foto: Kabinet baru Jokowi (Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja mengganti sejumlah menterinya. Reshuffle kabinet yang memasukkan nama Sandiaga Uno dan Tri Rismaharini ini dinilai sebagai langkah Jokowi membuat 'kabinet capres 2024'.

Awalnya Presiden Jokowi resmi melantik menteri baru pada Rabu, 23 Desember 2020.

Nama Sandiaga Uno dan Tri Rismaharini menambah deretan kandidat capres yang malang melintang di berbagai survei capres yang kini masuk daftar pembantu Presiden.

Berdasarkan survei yang dilakukan Indikator Politik pada kisaran 24-30 September 2020 terhadap 1.200 responden acak dan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, terlihat sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju masuk bursa capres 2024. Menteri pembantu Jokowi yang masuk bursa capres 2024 versi Indikator Politik antara lain Menhan Prabowo Subianto dengan elektabilitas 16,8%, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno (8,8%), Menko Polhukam M Mahfud Md (1,3%), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (1,2%), Menteri BUMN Erick Thohir (0,8%), dan Mendagri Tito Karnavian (0,4 %).

Masuknya Sandiaga Uno pun cukup mengejutkan. Seolah-olah Jokowi memberi ruang kepada Sandiaga muncul ke permukaan sebelum menatap Pilpres 2024.

"Kalau nama Sandiaga Uno masuk, kabinet ini menjadi kabinet presiden masa depan, karena Jokowi berhasil mengumpulkan tokoh-tokoh capres di kabinetnya," kata Direktur Eksekutif Median Rico Marbun kepada detikcom, Rabu (23/12).

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari menilai perombakan menteri yang dilakukan Presiden Jokowi saat ini merupakan the best reshuffle yang pernah dilakukan dari beberapa momentum reshuffle sebelumnya.

"Kalau boleh saya bilang, ini the best reshuffle yang pernah dilakukan Jokowi. Kenapa the best, karena kita dapat mudah melihat klaster-klaster atau kategori yang menonjol dari enam menteri baru ini," kata Qodari dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/12/2020).

Menurut Qodari, pertimbangan Presiden dalam pemilihan enam menteri baru juga dilandasi pertimbangan akomodasi politik, profesionalisme atau kompetensi, dan pertimbangan kondisi sosial, politik, ekonomi saat ini.

Qodari menyebut sisi akomodasi politik itu kental terlihat dengan dipilihnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Sandiaga Uno. Risma dipilih menjadi Menteri Sosial, kata Qodari, pasti mendapat dukungan politik internal karena dia merupakan kader PDIP yang disukai Megawati. Adapun pemilihan Sandiaga Uno karena merupakan kader Partai Gerindra.

Selanjutnya
Halaman
1 2