Round-Up

Pro Kontra Parpol Kala Jokowi Bangun 'Kabinet Capres 2024'

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 25 Des 2020 08:08 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi mengenalkan 6 menteri barunya dalam reshuffle kabinet pertama Jokowi-Maruf untuk Kabinet Indonesia Maju.
Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Langkah Presiden Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasukkan Sandiaga Uno dkk dinilai sedang membuat 'kabinet capres 2024' panen sorotan dari kalangan politikus. Mereka pun angkat bicara.

Awalnya Presiden Jokowi resmi melantik menteri baru pada Rabu, 23 Desember 2020.

Nama Sandiaga Uno dan Tri Rismaharini menambah deretan kandidat capres yang malang melintang di berbagai survei capres yang kini masuk daftar pembantu Presiden.

Berdasarkan survei yang dilakukan Indikator Politik pada kisaran 24-30 September 2020 terhadap 1.200 responden acak dan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, terlihat sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju masuk bursa capres 2024. Menteri pembantu Jokowi yang masuk bursa capres 2024 versi Indikator Politik antara lain Menhan Prabowo Subianto dengan elektabilitas 16,8%, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno (8,8%), Menko Polhukam M Mahfud Md (1,3%), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (1,2%), Menteri BUMN Erick Thohir (0,8%), dan Mendagri Tito Karnavian (0,4 %).

Masuknya Sandiaga Uno pun cukup mengejutkan. Seolah-olah Jokowi memberi ruang kepada Sandiaga muncul ke permukaan sebelum menatap Pilpres 2024.

"Kalau nama Sandiaga Uno masuk, kabinet ini menjadi kabinet presiden masa depan, karena Jokowi berhasil mengumpulkan tokoh-tokoh capres di kabinetnya," kata Direktur Eksekutif Median Rico Marbun kepada detikcom, Rabu (23/12).

Bisa dibilang saat ini Kabinet Indonesia Maju tak lain adalah 'kabinet capres 2024'.

Lantas untuk apa Jokowi seolah membangun kabinet masa depan ini? Bisa jadi Jokowi sedang mempersiapkan penerusnya agar program-programnya bisa dilanjutkan di kepemimpinan presiden selanjutnya.

Berikut suara para politikus:

PKS: Pilpres Masih Jauh, Masih Banyak Tikungan

PKS mengingatkan pilpres masih sangat jauh.

"Wajar publik menilai proyeksi 2024. Melihat keseriusan Pak Jokowi dalam proyek Solo dan Medan, jadi wajar. Tapi 2024 masih sangat panjang. Masih banyak tikungan, tanjakan, atau bahkan longsoran dapat terjadi," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Lebih lanjut Mardani menganggap mereka yang bergabung dalam periode kedua Jokowi ini selayaknya 'bebek lumpuh'. Meski begitu, dia ingin melihat bagaimana kinerja pemerintah dengan kabinet baru setelah ini.

"Secara teori, mereka yang bergabung pada periode kedua sering ke efek lame duck (bebek lumpuh) karena Pak Jokowi tidak bisa maju lagi. Tapi kita beri kesempatan untuk bekerja dalam 100 hari ke depan untuk melihat efeknya," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4