Round-Up

3 Fakta Penyerempet Polisi Jadi Tersangka Kecelakaan Maut

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 27 Des 2020 07:31 WIB
Jakarta -

Kecelakaan maut melibatkan seorang polisi Aiptu ICH, di Pasar Minggu, Jakarta Selatan menewaskan ibu muda, Pinkan Lumintang (30). Dalam kasus ini, pengemudi Hyundai inisial H (25) lah yang menjadi tersangka.

Karyawan bank BUMN itu ditetapkan sebagai tersangka karena dinilai sebagai pemicu kecelakaan tersebut. Karena sebelum kecelakaan terjadi, H menyenggol mobil Innova yang dikemudikan ICH hingga menabrak 3 motor di jalur berlawanan di Jl Ragunan Raya, Pasar Minggu, Jaksel.

"Kesimpulan dari hasil penyelidikan dan hasil gelar perkara adalah bahwa kami penyidik Laka Ditlantas Polda Metro Jaya menetapkan Saudara H, yaitu pengemudi Hyundai, sebagai tersangka," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo dalam jumpa pers di Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (26/12/2020).

Sambodo menjelaskan peristiwa tabrakan mobil Innova yang dikemudikan oleh Aiptu ICH itu tidak berdiri sendiri. Namun ada peristiwa lain yang mendahuluinya, di mana mobil Innova yang dikemudikan ICH diserempet oleh mobil Hyundai yang dikendarai H.

"Dari hasil kecelakaan ini bahwa terjadinya kecelakaan ini tidak berdiri sendiri, tetapi disebabkan oleh diserempetnya, disenggolnya, mobil Innova silver oleh mobil Hyundai yang dikemudikan Saudara H," tuturnya.

Lanjut Sambodo, penetapan tersangka itu didasarkan dari hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya. Selain itu, dari bukti-bukti yang ada, keterangan saksi, maupun CCTV, patut diduga H bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut.

"Penetapan H sebagai tersangka ini didukung berbagai alat bukti," katanya.

H dijerat dengan Pasal 311 ayat (5) UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. H kemudian ditahan polisi.

"Tersangka kita tahan di Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya. Jadi perkara ini penanganannya sudah ditarik dari Polres Jaksel," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (26/12/2020).

Adapun, bunyi Pasal 351 adalah:

'Setiap orang dengan sengaja mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara yang membahayakan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia, maka dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta'.

Berikut 3 fakta kecelakaan maut yang membawa H sebagai tersangka. Simak di halaman selanjutnya....