Formasi Baru Kabinet Jokowi Dinilai Belum Jadi The Dream Team

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 24 Des 2020 08:59 WIB
Momen Pelantikan Menteri dan Wakil Menteri Baru
Momen pelantikan 6 menteri dan 5 wamen (Foto: 20Detik)
Jakarta -

Kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) berubah karena adanya enam wajah baru yang duduk di posisi menteri dan penambahan lima wakil menteri (wamen). Formasi kabinet Indonesia Maju kini ada 34 menteri dan 15 wamen. Namun formasi baru ini dinilai belum menjadi the dream team.

"Jokowi belum menciptakan kabinet yang menjadi the dream team. Masih diisi oleh kader partai dan profesional yang bekerja masih untuk kepentingan pribadi, keluarga, kelompok, dan partainya. Belum bekerja untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara," kata pengamat politik Universitas Al-Azhar, Ujang Komaruddin, kepada wartawan, Rabu (23/12/2020).

Ujang pesimistis formasi baru ini bisa mengangkat krisis akibat pandemi virus Corona (COVID-19). Dia pun menyinggung potensi menteri baru yang masuk dalam bursa capres 2024.

"Masih belum akan bisa mengangkat krisis yang menerpa bangsa ini karena Corona. Apalagi tahun depan, di 2021, menteri-menteri itu akan sibuk jalan dan membangun pencitraan sebagai capres dan cawapres. Mereka akan jalan masing-masing," ujarnya.

"Nah, orang yang baru masuk kabinet juga belum tentu bisa menutup bolong wajah kabinet yang sudah bopeng karena kasus korupsi dan kinerja menteri yang memble. Tapi kita harus beri kesempatan mereka untuk bekerja," lanjut Ujang.

Sementara itu, pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai kinerja kabinet dengan formasi baru harus lebih cepat. Apalagi dibantu dengan 15 wamen.

"Dengan adanya 15 wamen di kementerian, itu harusnya bisa berlari kencang, bukan hanya efektif, tapi juga bisa berlari kencang mengejar ketertinggalan karena ada COVID. Artinya, di tahun 2021 ini, harus cepat," ujarnya.

Hensat--sapaan akrab Hendri Satrio--mengatakan reshuffle kali ini hanya sebagian kecil karena Presiden Jokowi berfokus pada masalah inti yang terdampak akibat pandemi, mulai proses penanganan COVID dan haidrnya vaksin hingga sektor pariwisata yang harus segera diperbaiki.

"Reshuffle kabinet, walaupun sedikit, karena adanya korupsi, itu fokusnya masih COVID, meningkatkan perdagangan, pariwisata, dan distribusi vaksin. Makanya Menkes diambil Budi Sadikin, yang memang menguasai manajemen cabang yang luar biasa," ujarnya.

Lebih lanjut, dia yakin reshuffle kali ini tidak berhenti sampai di sini saja. Hensat menilai Presiden Jokowi akan kembali melakukan penyegaran kabinet pascapandemi.

"Saya melihat ini sebuah awalan, bukan akhir dari penyegaran kabinet. Saya memprediksi mungkin 2-3 bulan lagi akan ada reshuffle, yang merupakan kelanjutan dari reshuffle hari ini. Itu reshuffle untuk pascapandemi," tuturnya.

Simak juga video 'Pernyataan Lengkap Para Menteri Baru Jokowi Usai Disumpah':

[Gambas:Video 20detik]



Bagaimana formasi kabinet Jokowi saat ini? Simak di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2