Round-Up

4 Fakta 201 Kg Sabu di Petamburan Diduga untuk Pendanaan Terorisme

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 24 Des 2020 06:29 WIB
Narkoba di Petamburan Dikendalikan Jaringan dari Luar Negeri
Polisi menyita 201 kilogram sabu di Petamburan. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Peredaran gelap narkotika jenis sabu di sebuah hotel di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat digagalkan polisi. Ratusan kilogram sabu itu dikendalikan jaringan internasional.

Para pelaku yang ditangkap tim gabungan Satgassus Merah Putih Bareskrim Polri dan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya itu merupakan satu jaringan dengan kelompok yang pernah ditangkap sebelumnya di Serpong, Tangerang Selatan pada akhir Januari 2020 lalu. Saat itu, tim gabungan menyita 288 kilogram sabu.

Disusul kemudian beberapa bulan setelah itu, Satgas Merah Putih dan Polda Metro Jaya juga berhasil mengungkap 800 kilogram sabu di Serang, Banten. Kelompok ini merupakan jaringan Timur Tengah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan ada kesamaan ciri di kelompok narkoba yang ditangkap di Petamburan dengan yang di kawasan Tangsel dan Serang, Banten itu. Salah satunya adalah kode '555' pada kemasan paket sabu.

"Ini adalah jaringan internasional dari Timur Tengah. Ini kan pengembangan jaringan sama yang kita ungkap di Januari 2020 kemarin sekitar 288 kilogram yang ada di Serpong, lalu ada 800 kilogram di Serang Banten. Kodenya sama yaitu 555," ujar Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Rabu (23/12/2020).

Yusri mengungkap bahwa sabu di Petamburan itu diduga digunakan untuk pembiayaan terorisme di Timur Tengah.

"Hasil profiling dan ada indikasi dugaan barang haram ini dipakai untuk pembiayaan terorisme yang ada di Timur Tengah," kata Yusri.

Dari 11 orang yang ditangkap, 10 di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka. 10 tersangka tersebut berinisial TJ, AP, ZAB, BT, RW, WY, MD, MI, FA, dan AH.

Berikut 4 fakta terkait jaringan sabu di Petamburan. Simak di halaman selanjutnya.......

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4