ICW Kritik Penindakan di Era Firli Bahuri Merosot Tajam, Ini Kata KPK

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 23 Des 2020 16:10 WIB
Ali Fikri
Foto: Plt Jubir KPK Ali Fikri (Ari Saputra)
Jakarta -

Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik KPK karena dinilai tidak gencar melakukan penindakan selama setahun kepemimpinan Firli Bahuri. KPK pun angkat bicara merespons kritik ICW.

"KPK menghargai apa yang sudah disampaikan ICW maupun TII (Transparency International Indonesia) dalam memberikan penilaian terhadap kinerja KPK," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, kepada wartawan, Rabu (23/12/2020).

Ali mengatakan KPK akan segera menyampaikan capaian kinerja KPK selama setahun terakhir. Menurut Ali, data capaian kinerja itu akan disampaikan secara utuh.

"Pada akhir tahun 2020 ini akan kami sampaikan secara utuh kinerja KPK selama setahun, dan saat itu tentu akan disampaikan data terkait capaian hasil kerja KPK tersebut," ujar Ali.

Seperti diketahui, ICW mengevaluasi kinerja KPK dalam satu tahun era kepemimpinan Firli Bahuri. ICW menyoroti bidang penindakan yang merosot tajam pada 2020.

Peneliti dari ICW, Kurnia Ramadhana, merinci data kinerja KPK pada 2020 dengan tahun sebelumnya. Ada tiga poin yang menjadi perbandingan ICW, yakni bidang penyidikan, penuntutan, dan eksekusi.

"Yang pertama di penyidikan tahun 2020, KPK melakukan penyidikan sebanyak 91 kali, tapi di tahun 2019 itu lebih tinggi, tahun 2019 mencapai 145 penyidikan. Lalu di penuntutan, tahun 2019 itu ada 153 akan tetapi di 2020 merosot tajam hanya menjadi 75 penuntutan. Eksekusi pun seperti itu, di tahun 2019 ada 136 eksekusi, di tahun 2020 ada 108 eksekusi," kata Kurnia, dalam konferensi pers Evaluasi Satu Tahun KPK yang disiarkan Facebook Sahabat ICW, Rabu (23/12).

"Jadi seluruh tren penindakan ini memang menurun tajam begitu," imbuh Kurnia.

Kurnia menjelaskan mengapa fenomena bidang penindakan KPK menurun pada 2020 tersebut. Menurutnya, ada berbagai faktor yang mempengaruhi hal tersebut.

"Yang pertama soal jumlah tangkap tangan, menurunnya jumlah tangkap tangan," katanya.

Kurnia menyebut tahun 2020 menjadi tahun paling rendah KPK melakukan tangkap tangan dibanding 4 tahun terakhir sejak 2016. Dia merinci data kegiatan operasi tangkap tangan KPK sejak 2016 hingga 2020.

"Di tahun 2016, KPK melakukan tangkap tangan sebanyak 17 kali, 2017 19 kali, 2018 30 kali, 2019 21 kali, dan di tahun 2020 ternyata hanya 7 tangkap tangan. Itu pun satu tangkap tangan masih menjadi problem hari ini karena pelakunya tak kunjung dapat diringkus oleh KPK, yaitu perkara suap pergantian antarwaktu anggota DPR RI yang melibatkan caleg dari PDIP dan Wahyu Setiawan komisioner KPU," ujarnya.

Simak juga video 'Kunci Memberantas Korupsi di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/zak)