'Kudeta' Gagal PDIP Pangkep Sisakan Alasan Wanita Rekam Video Asusila

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 23 Des 2020 06:02 WIB
Ilustrasi keperawanan perempuan palsu
Foto: Ilustrator: Edi Wahyono
Pangkep -

Kasus video porno Ketua DPC PDIP Pangkep, Abd Rasyid masih menyisakan tanya. Pertanyaan itu mengenai motif pemeran perempuan mau merekam adegan mesum itu.

M (38), sebelumnya mengaku merekam adegan mesum dengan Abd Rasyid karena diperintah SAR (28). Namun, belum diketahui alasan M mengiyakan permintaan SAR untuk merekam video porno.

"Adapun modus dari pelaku berdasarkan fakta-fakta hukum bahwa pelaku M membuat video yang berdurasi 12 detik menggunakan handphone miliknya atas perintah pelaku SAR," kata Kapolres Pangkep AKBP Endon Nurcahyo kepada detikcom, Senin (21/12).

Polisi pun masih berusaha mendalami alasan M. Sayangnya, pemeriksaan terhadap M terhambat lantaran perempuan yang sudah ditetapkan menjadi tersangka itu masih diisolasi lantaran reaktif COVID-19 dari hasil rapid test.

"Kita akan dalami itu kenapa tersangka perempuan mau disuruh berhubungan badan dan rekam video," ujar Kasubag Humas Polres Pangkep Aipda Agus Salim saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (22/12/2020).

"Belum keluar hasil swab-nya. Pihak rumah sakit belum keluarkan hasilnya. (Untuk itu) Dia diisolasi, karena kan dalam tahap pengawasan," imbuh dia.

Duduk perkara kasus ini bermula dari ambisi politik SAR yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Anggota DPRD Kabupaten Pangkep itu ingin melengserkan Abd Rasyid dari posisi Ketua PDIP Pangkep.

"Motifnya untuk sementara itu, kalau ketuanya ini bermasalah otomatis dia yang mengganti," kata Kasubag Humas Polres Pangkep Aipda Agus Salim, Senin (21/12/2020).

Demi ambisinya untuk duduk sebagai Ketua PDIP Pangkep, SAR pun membuat konspirasi. Dia meminta M untuk merekam video panas dengan Abd Rasyid. M pun mengiyakan dan buntutnya film biru itu tersebar.

Polisi kemudian turun tangan menyelidiki video porno Abd Rasyid yang menyebar di media sosial itu. Alhasil, upaya kudeta SAR kepada rekan separtainya itu dengan menggunakan isu asusila pun gagal.

SAR pun kini harus mendekam di rutan Polres Pangkep. SAR dan M terancam hukuman 6 tahun penjara. Keduanya dijerat polisi dengan Pasal 45 Ayat (1) juncto Pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

(mae/dwia)